Sungkai Jaya, Lampung Utara, metrouniv.ac.id — Menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Mahaisswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung bersama Pemerintah Desa Cempaka, Kecamatan Sungkai Jaya, Kabupaten Lampung Utara, menggelar rapat persiapan pembentukan panitia dan penentuan lokasi perlombaan pada Sabtu (26/07/2025). Kegiatan ini dilaksanakan di kediaman Kepala Desa Riski Puspa Dewi, dan dihadiri oleh perangkat desa, perwakilan RT dan dusun, tokoh masyarakat, ibu-ibu PKK, pemuda Karang Taruna, serta para mahasiswa dari UIN Jurai Siwo Lampung.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Riski Puspa Dewi menekankan pentingnya kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam menyukseskan agenda tahunan ini. Ia menyampaikan bahwa perayaan HUT RI bukan hanya bentuk suka cita, melainkan juga sebagai instrumen pendidikan karakter dan semangat kebangsaan, terutama bagi generasi muda.
“Perayaan hari kemerdekaan bukan hanya bentuk suka cita, tetapi juga perwujudan rasa syukur dan penghormatan atas perjuangan para pahlawan. Ini adalah momentum membangun kesadaran kolektif, nasionalisme, serta solidaritas sosial. Dengan adanya mahasiswa KKN, semangat itu bisa lebih mengakar dan berdampak,” ujarnya.

Kepala Desa juga mengapresiasi tinggi keterlibatan mahasiswa KKN dari UIN Jurai Siwo Lampung yang secara aktif mendukung proses perencanaan kegiatan desa secara partisipatif. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan mahasiswa adalah bentuk nyata pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
Rapat berlangsung dinamis dalam suasana musyawarah terbuka. Warga bersama mahasiswa KKN saling berbagi ide dan usulan terkait berbagai perlombaan serta kegiatan yang akan dilaksanakan. Hasilnya, terbentuklah struktur kepanitiaan HUT RI ke-80 tingkat desa, dengan mahasiswa KKN turut mengambil peran penting sebagai fasilitator dan penggerak kegiatan.
Kontribusi mahasiswa KKN meliputi pelatihan anak-anak dalam lomba edukatif, penyuluhan nilai-nilai kebangsaan, desain media publikasi, hingga dokumentasi kegiatan desa.
Riski Puspa Dewi, menyampaikan harapannya bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam membangun kolaborasi yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan pendidikan kebangsaan dari tingkat akar rumput.
Salah satu perwakilan mahasiswa KKN, Ahmad Eka Aryadi, mahasisiwa Prodi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh pemerintah dan masyarakat Desa Cempaka. Ia menegaskan bahwa keterlibatan mereka merupakan proses pengabdian sekaligus pembelajaran langsung mengenai nilai-nilai kehidupan sosial di masyarakat.
“Kami hadir bukan untuk menggantikan peran masyarakat, tetapi ingin berjalan berdampingan dalam semangat gotong royong. Kegiatan 17 Agustus 2025 ini menjadi sarana pendidikan karakter, khususnya bagi anak-anak dan remaja yang menjadi generasi penerus bangsa,” ungkapnya.
Rangkaian rapat ditutup dengan doa bersama dan sesi foto sebagai simbol komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskan peringatan HUT RI ke-80. Suasana keakraban dan semangat gotong royong begitu terasa, mencerminkan kesiapan Desa Cempaka untuk memperingati kemerdekaan secara meriah, sekaligus memperkuat rasa nasionalisme.