Kalianda, metrouniv.ac.id – Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah bertolak dari kampus 2 IAIN Metro menuju Pusat Observasi Bulan (POB) Kalianda. Didampingi dosen profesional pengampu matakuliah Ilmu Falak, mahasiswa akan melakukan simulasi dan praktik rukyatul Hilal untuk penentuan awal bulan Jumadil Akhir 1446 H.
Kegiatan observasi dalam penentuan awal bulan tersebut didampingi oleh para dosen ilmu Falak Moelki Fahmi Ardliansyah dan Sakirman.
Pada kesempatan tersebut Moelki yangbjuga ketua jurusan Hukum Ekonomi Syariah menyampaikan bahwa kegiatan praktik rukyatul hilal ini sebagai langkah untu mengasah kemampuan para mahasiswa.
“Secara akademik kegiatan yang dikelola oleh mahasiswa ini bertujuan untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam praktik rukyatul hilal setelah mahasiswa dibekali secara teori di bangku kuliah, yaitu menghitung awal bulan Hijriah mulai langkah pertama sampai kesimpulan,” ujar dosen pengampu mata kuliah Ilmu falak.

Sementara pakar lainnya Sakirman, menerangkan bahwa pelaksanaan penentuan pergantian awal bulan dimungkinkan dapat diamati dengan kasat mata atau akan lebih efektif menggunakan alat bantu.
“Jika kondisi langit cerah dan hamburan cahaya syafaq tidak mendominasi di langit bagian Barat, hilal sebagai penentu pergantian awal bulan Rabiul Akhir 1446 H, dimungkinkan dapat diamati dengan kasat mata maupun dengan bantuan alat optik seperti theodolit atau teleskop, karena ketinggian hilal sudah berada pada posisi 12 derajat dan sudah memenuhi ambang batas dari kriteria MABIMS dengan batas minimal terlihatnya hilal yaitu 3 derajat, sudut elongasi 6,4 derajat”, ujar Sakirman sebagai dosen pendamping,

Salah satu perwakilan dari mahasiswa, Seja mengatakan, bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dengan aplikasi secara langsung.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena dapat praktik langsung mengamati hilal pada kegiatan Rukyatul Hilal di POB Kalianda. Meskipun hilal tidak berhasil diamati, kami merasa puas karena bisa praktik langsung di POB Kalianda”, ujarnya.
Selama proses Rukyatul Hilal berlangsung, kondisi langit di ufuk bagian Barat diselimuti oleh awan tebal berwarna putih dan hitam pekat kemudian disusul dengan hujan gerimis. Objek langit seperti Matahari dan Bintang pun tidak terlihat, demikian juga dengan Hilal awal Jumadil Akhir 1446 H tidak berhasil diamati oleh mahasiswa di POB Kalianda.
Setibanya di lokasi, mahasiswa sejenak melepas penat atas lelahnya perjalanan yang mereka tempuh selama lima jam perjalanan, dengan bermain air di tepi Pantai Keduwarna Kalianda, tidak jauh dari lokasi rukyatul hilal POB Kalianda.