Bandar Lampung, metrouniv.ac.id – Dua mahasiswi IAIN Metro, yakni Ridiyat Nida Ulhaq dan Lely Handayani torehkan prestasi di ajang Bappeda Lampung Open 2018 cabang pencak silat ganda putri. Minggu, (23/12/2018). Bappeda Lampung Open 2018, yang merupakan inisiasi dari pemuda-pemuda silat di Bandar Lampung tersebut berlangsung selama tiga hari, Sabtu s/d minggu, 21-22 Desember 2018, di Gor Saburai Bandar Lampung.
Di ajang berskala Nasional-Internasional tersebut, Ridiyat dan Lely, dua mahasiswi IAIN Metro ini berhasil duduk sebagai juara satu bidang pencak silat kategori ganda putri. Ridiyat Nida Ulhaq sendiri merupakan mahasiswi Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan semester 3. Sedangkan Lely Handayani, merupakan mahasiswi Jurusan Hukum Ekonomi Syariah (Hesy), Fakultas Syariah semester 5.
Dalam hal ini, sebenarnya ada 7 atlet pencak silat dari IAIN Metro yang mengikuti event tersebut di berbagai kategori. Diantaranya Deny Setyawan dan Khotibul Umam (Ganda Putra), Lely Handayani dan Ridiyat Nida Ulhaq (Ganda Putri), Sasvia Kusuma Arum (Tunggal Putri), serta Fitriyani dan Anita (Laga kelas A putri dewasa).
Dari 7 atlet yang diberangkatkan, maka ganda putri yang diikuti oleh Lely Handayani berpasangan dengan Ridiyat Nida Ulhaq lah yang berhasil lahir sebagai juara pada ajang Bappeda Lampung Open 2018 ini.
Dalam dunia persilatan, Ridiyat sendiri mengakui bahwa dirinya masih kurang berpengalaman jika dibandingkan dengan rekannya Lely Handayani. “ Kalau event seperti ini saya kurang berpengalaman, tapi kalau mbak Lely sudah sering.” Ucapnya.
Berbekal pengalaman kegagalannya di event Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) di Palembang, Ridiyat dan Lely berusaha merevisi beberapa gerakan yang dirasa kurang pas. Selain itu, menurut Ridiyat, kemenangan ini juga tidak lepas dari jasa Agus Salim Verliadi, Dosen Fakultas Syariah IAIN Metro yang secara sukarela membimbing dan melatihnya, juga kekompakan antara Ridiyat dan Lely menjadi penunjang juaranya.
Menceritakan masa perjuangan sebelum berangkat kompetisi, Ridiyat memaparkan “ Kami biasa latihan di Lapangan Futsal IAIN Metro. Dibantu dengan Bapak Agus Salim Verliadi, Dosen Syariah yang sukarela membimbing kami, hingga kami meraih juara. Itu semua berkat kekompakan dari saya dan mbak Lely. Juga berkat ilmu dari Bapak Agus Salim Verliadi.” Jelas Ridiyat.
Selama menjadi mahasiswa di IAIN Metro, Ridiyat sudah dua kali mengikuti kompetisi Pencak Silat, dan ini adalah kali pertamanya mendapat juara. “ini event ke-dua saya pasca PKM di Palembang, ya baru kali ini meraih juara.” Jelas Ridiyat.
Di sisi lain, IAIN Metro, sebagai lembaga yang turut bangga dengan hal ini, turut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Lely dan Ridiyat. Dimana keduanya akan diberikan bonus dari Wakil Rektor III bagian kemahasiswaa IAIN Metro yakni Dr. Ida Umami, M.Pd. Kons. “Ya, Bunda Ida memberikan selamat. Dan katanya ingin memberikan bonus dari bunda Ida. Tapi kurang tau.” Ujar Ridiyat.
Lebih lanjut, Ridiyat mengatakan “ Cintai apa yang kamu tekuni, hingga kamu lupa dengan lelah dan bosan. Menangis adalah manusiawi. gagal itu pasti, tapi untuk tidak menyerah itu adalah pilihan.” Tutup Ridiyat Nida Ulhaq. (WEP)