Madinah, metrouniv.ac.id — Pelaksanaan ibadah haji tahun 1446 Hijriah atau 2025 Masehi dipadati jamaah sejak 2 Mei 2025 ditandai dengan kedatangan para jamaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Kedatangan jamaah Indonesia dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama tiba di Madinah sejak 2 Mei hingga 15 Mei 2025, sementara gelombang kedua dijadwalkan tiba mulai 26 Mei hingga 31 Mei 2025. Penerbangan haji resmi akan ditutup pada 31 Mei pukul 24.00 waktu setempat.
Para jamaah yang termasuk dalam gelombang pertama sebagain telah menuju Kota Mekah dan sebagain besar masih berada di Madinah untuk melaksanakan rangkaian ibadah di Kota Madinah. Mereka melaksanakan salat fardhu berjamaah selama delapan hari di Masjid Nabawi sebagai bagian dari ibadah arbain—salat berjamaah sebanyak 40 waktu tanpa terputus.

Masjid Nabawi mengalami lonjakan kepadatan jamaah, salah satu pantauan yang dilakukan. Humas pada waktu salat Subuh. Pada Jumat (16/5/2025), jutaan jamaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia, memadati ruang utama hingga pelataran masjid untuk melaksanakan salat Subuh berjamaah. Masjid Nabawi merupakan lokasi suci yang juga menjadi tempat dimakamkannya Nabi Muhammad SAW bersama beberapa sahabat.

Sejak pukul 03.00 dini hari, para jamaah telah berduyun-duyun menuju Masjid Nabawi demi mendapatkan tempat di ruang utama, bahkan mendekati area Raudhah. Antrean panjang di lift hotel pun tak terelakkan. Banyak jamaah harus menunggu hingga satu jam untuk turun dari kamar menuju masjid.

Diketahui seluruh jamaah tersebut merupakan calon haji yang akan melaksanakan rangkaian ibadah haji tahun ini. Mereka dijadwalkan akan melanjutkan perjalanan ke Makkah setelah menyelesaikan ibadah di Madinah.
Pemerintah Indonesia melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terus mengingatkan jamaah untuk menjaga kesehatan dan keselamatan, mengingat tingginya intensitas ibadah serta kepadatan jemaah di tanah suci.