JAKARTA PUSAT, metrouniv.ac.id – Rabu (23/01/2019) menjadi hari peluncuran Program Seleksi Prestasi Akademik Nasional dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-UM PTKIN) oleh Menteri Agama RI, bertempat di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Hadir Rektor, Wakil Rektor I, serta panitia lokal SPAN-UMPTKIN IAIN Metro pada peluncuran tersebut.
Acara pembukaan dikemas apik dengan memunculkan budaya tarian, nyanyian serta pemakaian kain tapis khas Provinsi Lampung. Musafir Pababbari (Ketua SPAN-UMPTKIN 2019 sekaligus Rektor UIN Alauddin Makassar) melaporkan bahwa prosentase kuota tahun ini untuk SPAN 20%, UM 40%, Mandiri 30% serta tambahan jalur dari masing-masing PTKIN sebesar 10%. Program yang terus mengalami peningkatan peminat ini direncanakan akan berlangsung secara serentak mulai dari bulan Januari hingga Mei pada program SPAN-PTKIN, sedangkan April hingga Juli pada Program UM-PTKIN. Ia menambahkan bahwa ditahun 2019 ini, SPAN-UM PTKIN tetap melanjutkan kerjasamanya dengan mitra seperti PT. BNI 46, PT Telekomunikasi Indonesia dan PT. Pos Indonesia.
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya mengapresiasi kinerja panitia selama ini. Ia meminta kepada Panitia untuk membentuk tim kajian dari proses yang akan dan telah dilakukan. Kenaikan angka pendaftar harus diimbangi rasio jumlah madrasah, sekolah umum, jumlah lulusan dan seterusnya.“Sehingga kita miliki angka yang akurat, Hingga dapat kesimpulan animo ketertarikan mendaftar di PTKIN” tuturnya.
Menag menginginkan panitia untuk terus meningkatkan kinerjanya, PTKIN Perlu membentuk Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi tidak hanya pada tataran teknis, tetapi juga strategis dan dalam jangka panjang. Ia menambahkan PTKIN harus melakukan refleksi, instrospeksi dan evaluasi diri. PTKIN harus proaktif jemput bola melihat calon mahasiswa yang potensial, talent proting di bidang akademik dan non akademik. ’’Jika inputnya baik, maka outputnya juga akan baik. Jangan cepat-cepat mengharapkan pihak lain untuk membantu mendongkrak jumlah pendaftar’’ ujarnya sebelum meluncurkan Program SPAN-UMPTKIN secara resmi.
Menanggapi peluncuran ini, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagan IAIN Metro, Suhairi berharap IAIN Metro dapat menerima dan memberikan kesempatan bagi lulusan SLTA untuk menjadi mahasiswa sebagai pemberian akses untuk belajar. Rencananya, tahun 2019 IAIN METRO akan menerima mahasiswa baru sebanyak 2.200 Orang. Selain peningkatan calon mahasiswa baru, diharapkan juga adanya peningkatan input, lulusan-lulusan terbaik MAN/MAS/PESANTREN/SMAN/SMAS/SMKN/SMKS yang dapat mendaftar di IAIN METRO. Untuk mewujudkan ini, sosialisasi akan dilakukan secara maksimal, termasuk pemanfaatan media sosial. “Semua pihak, baik Dosen, tenaga pendidik, alumni dan mahasiswa IAIN METRO diharapkan dapat ikut dan memberikan kontribusi dalam sosialisasi” Ungkapnya. (Humas)