MICIS 2019, Persoalan Globalisasi dan Menyiapkan Islam Moderat

6IMG-20191026-WA0025.jpg

Metro, pascasarjana.metrouniv.ac.id – Metro International Conference On Islamic Studies (MICIS) 2019 digelar, IAIN Metro khususnya Pascasarjana IAIN Metro selaku tuan rumah dan penyelenggara MICIS 2019 Mengangkat perbincangan soal ” Mainstreaming The Moderate Islam In The Globalization Era” MICIS tahun ini akan berlangsung dua hari, yakni 26 s/d 27 Oktober 2019. Dihari pertama, MICIS berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) IAIN Metro, dengan dihadiri oleh mahasiswa Pascasarjana IAIN Metro sebagai peserta, dosen dari IAIN Metro, beserta tamu undangan lainnya. MICIS 2019 Menghadirkan Deputy Director Indonesia National Islamic Finance Committee M. Soleh Nurzaman, Ph.D.Hadir sebagai pembicara, adalah Prof. Dr. Magdy Bahig Behman, MA dari University Virginia (USA), Kenneth Kamran Toloui, Ph.D dari Iran dan Rektor IAIN Metro Prof. Dr. Hj. Enizar, M.Ag sebagai pembicara. Topik yang dibahas dalam MICIS ini merupakan upaya untuk menjadikan Islam menjadi agama yang moderat dan jauh dari radikalisme. Sebenarnya, Menteri Agama Republik Indonesia pun sudah sejak lama menyuarakan soal moderasi agama, lebih luas dibandingkan hanya soal moderasi Islam. Karena perlu disadari, di era globalisasi ini, moderasi antar agama perlu untuk terus dilakukan. Rektor IAIN Metro, Prof.Dr.Hj. Enizar, M.Ag, saat membuka secara resmi MICIS 2019 juga mengatakan “Kemeneterian agama sejak dua tahun lalu menyuarakan moderasi agama, bukan moderasi islam. Karena jika hanya moderasi islam, seolah-olah Islam yang menjadi kekacauan di muka bumi ini.” “Kemenag periode 2015-2019, pernah mengatakan bahwa negeri kita perlu pemahaman moderat. Karena ajaran agama apapun tidak ada yang mengajarkan radikal. Tapi pemahaman, kadang memahami ajaran secara ekstrem, baik kanan atau kiri.” Lanjut Enizar. Menurut Prof. Dr. Enizar, M.Ag, pentingnya pemahaman moderat di era 4.0 adalah untuk menghindari konflik akibat pemahaman yang berasal dari banyak referensi, dan dipahami secara ekstrem (kanan/kiri). Sedangkan, dari banyak referensi yang begitu mudah di dapat saat ini, banyak yang belum mengetahui latar belakang dari penulis suatu sumber referensi. Jika, referensi yang ada dipahami dengan tidak moderat, maka sangat berpotensi menimbulkan konflik. Di akhir, Enizar menyampaikan terimakasih kepada Dr. Tobibatussaadah selaku Direktur Pascasarjana IAIN Metro telah berhasil menyelenggarakan MICIS yang ke 8 dengan baik. Salah seorang pembicara pada MICIS 2019, yakni Prof. Dr. Magdy Bahig Behman, MA, merasakan kekagumannya terhadap Indonesia, dengan kehidupan keagamaan dan kultur masyarakat yang ada. Menurut Prof. Behman, Islam yang tumbuh di Indonesia, selalu bisa menyesuaikan perkembangan zaman, menurut Behman hal ini hanya ada di Indonesia untuk saat ini. Behman juga merasakan bahwa Indonesia adalah bangsa yang selalu berfikir tentang kontekstualisasi agama agar selalu sesuai dengan zaman, dan menjadi gerakan nasional. Selain itu, Prof. Behman juga cukup kagum dengan tradisi menyelesaikan masalah secara kekeluargaan di Indonesia. sepengetahuannya, di negara-negara seperti Amerika contohnya, selalu menyelesaikan masalah (sekecil apapun) selalu melalui jalur hukum. hanya di Indonesia yang menerapkan sistem kekeluargaan. HUMAS [WP]

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.