Pesisir Barat, metrouniv.ac.id, 2 Desember 2024 – Dalam rangka mengurangi dampak bencana alam, khususnya tsunami dan abrasi pantai, Tim Pengabdian Masyarakat IAIN Metro yang dipimpin oleh Suhendi M.Pd., dengan anggota Anisatu Z. Wakhidah, S.Si., M.Si., beserta mahasiswa IAIN Metro, melaksanakan kegiatan penanaman mangrove di Pekon Way Jambu, Kabupaten Pesisir Barat pada 29 November lalu. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana di wilayah pesisir yang rawan terhadap gelombang tinggi dan ancaman tsunami.
Pekon Way Jambu, yang terletak di daerah perbatasan langsung dengan Samudra Hindia, sering menghadapi ancaman bencana alam seperti tsunami dan abrasi pantai. Gelombang ombak yang tinggi telah menggerus bibir pantai, mendekatkan garis pantai dengan pemukiman warga. Selain itu, potensi tsunami yang dapat datang dengan kekuatan besar mengancam keselamatan warga dan merusak infrastruktur penting.

“Tsunami dapat menyebabkan kerusakan yang sangat besar, mulai dari menghancurkan bangunan, infrastruktur, hingga menimbulkan korban jiwa,” ungkap Suhendi M.Pd., ketua tim pengabdian. “Untuk itu, kami melaksanakan penanaman mangrove yang dapat membantu mengurangi dampak tersebut dengan memecah gelombang dan melindungi pantai dari abrasi.”
Sebagai bagian dari kegiatan ini, sekitar 400 bibit mangrove dibagikan kepada warga untuk ditanam di sekitar muara dan bibir pantai yang terdampak abrasi. Penanaman mangrove juga melibatkan perangkat desa serta warga setempat, dan turut mengundang narasumber dari komunitas mangrove Pesawaran yang memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya konservasi mangrove.

Menurut Sekretaris Desa Pekon Way Jambu, Bapak Sandaruddin, program ini sangat bermanfaat bagi warga setempat. “Kami berkeinginan untuk terus melanjutkan penanaman mangrove ini agar wilayah kami tidak tergerus ombak setiap hari. Kami berharap, dengan dukungan semua pihak, ekosistem mangrove ini dapat terjaga dengan baik.”
Kegiatan ini disambut dengan antusiasme tinggi dari warga yang bersemangat untuk menjaga dan melestarikan mangrove yang sudah ditanam. Program pengabdian masyarakat ini dinilai sukses karena berhasil menyampaikan pesan penting tentang mitigasi bencana serta memberikan kontribusi langsung dalam mengurangi risiko tsunami dan kerusakan lingkungan di Pekon Way Jambu. (Ans-Lk)