Metro. metrouniv.ac.id – UIN Jurai Siwo Lampung nampaknya patut berbangga, karena salah satu mahasiswanya mendapat panggung terhormat dalam kontestasi pariwisata. Nafisatun Nabila Al Jauri, mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris, tampil cemerlang dengan meraih Intelligence Award pada ajang Mister & Miss Tourism Lampung 2025 pada malam puncak yang digelar di Auditorium Budaya Lampung (16/9).

Penghargaan ini menjadi simbol pengakuan atas keunggulan intelektual yang Nabila bawa ke panggung, membuktikan bahwa ajang pageant tak sekadar soal estetika visual, melainkan juga arena adu gagasan, perspektif, dan kepedulian terhadap isu-isu kebudayaan dan pariwisata.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas pencapaian ini. Terima kasih atas dukungan keluarga, sahabat, serta komunitas pageant dan media yang terus memberikan semangat dan apresiasi,” ujar Nabila dalam pernyataannya usai malam penganugerahan.
Intelligence Award sendiri merupakan salah satu kategori paling prestisius, yang menyoroti kedalaman berpikir, kapasitas analitis, serta kemampuan peserta dalam merespons tantangan dengan jawaban bernas dan berbobot. Di tengah maraknya kontestasi yang kerap menitikberatkan pada penampilan luar, kehadiran penghargaan ini sekaligus menjadi oase intelektual bagi generasi muda yang ingin membawa makna lebih dalam ke ranah publik.

Sebagai bagian dari Civitas Akademika UIN Jurai Siwo Lampung—kampus yang dikenal dengan semangat intelektual-keislaman—Nabila memandang prestasi ini bukan sekadar kemenangan pribadi, tetapi sebagai tanggung jawab kolektif untuk membawa narasi baru tentang generasi muda: cakap berbicara, tajam berpikir, dan tetap berpegang pada akar budaya.

“Saya berharap pencapaian ini bisa memantik semangat teman-teman muda lainnya untuk terus berdaya, berkarya, dan berani tampil membawa nama daerah Lampung—bukan hanya dari sisi visual saja, tapi juga lewat intelektualitas dan kontribusi nyata,” pungkasnya.
Melalui kiprah ini, Nafisatun Nabila menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pencari ilmu, tetapi juga sebagai duta kebudayaan, penggerak, dan penjaga identitas lokal dalam percaturan global. (Lk/Naf)