Orasi Ilmiah IAIN Metro : Lembaga Pendidikan Sangat Urgen Memprioritaskan Spiritual Quotient

98masykur.jpg

Metro, metrouniv.ac.id – Dr. Masykurillah, S. Ag., MA, Wakil Dekan II Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Metro menyampaikan orasi ilmiah pada gelaran wisuda IAIN Metro periode ke-1 tahun 2019. Selasa, (27/08/2019). Orasi ilmiah yang disampaikan oleh Masykurillah menyinggung soal pentingnya lembaga pendidikan untuk meningkatkan kecerdasan spiritual/ Spiritual Quotient (SQ) terhadap siswa/mahasiswa.

Dalam orasi Ilmiah tersebut, Masykurillah menyebutkan bahwa, sesuai dengan UU Sisdiknas pasal 3 ayat 1, Tujuan dari pelaksanaan pendidikan di Indonesia adalah untuk membentuk peserta didik (Siswa dan Mahasiswa) menjadi pribadi yang (1) beriman dan(2) bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (3)berakhlak mulia, (4) sehat, (5)berilmu, (6)cakap, (7)kreatif, (8)mandiri dan (9)menjadi warga negara yang demokratis serta (10) bertanggung jawab.

Sesuai dengan yang disampaikan Masykurillah dalam orasi ilmiahnya “Dari sepuluh macam tujuan pendidikan nasional tersebut,  60% nya ditujukkan untuk mencerdaskan spiritual/spiritual quotient (SQ) peserta didik, yaitu: beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab. 20 % untuk mengembangkan kecerdasan emosional/emotional quotient(EQ) yaitu: cakap(termasuk di dalamnya adalah akhlak dalam berkomunikasi terhadap diri dan orang lain) dan demokratis.  20 % lainnya adalah untuk kecerdasan intelektual/intelligence quotient (IQ) yaitu: berilmu, dan sehat.” Tegas Masykurillah.

Berdasarkan amanah UU di atas, maka secara hukum yang wajib dilaksanakan oleh pengelola lembaga pendidikan melalui pendidiknya apakah itu guru atau dosen di dalam proses pembelajaran di kelas atau diperkuliahan adalah 60% itu adalah untuk pengembangan SQ siswa/mahasiswanya, barulah kemudian 20% masing-masingnya untuk mengembangkan EQ dan IQ siswa/mahasiswanya.

Menurut Masykurillah, berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa-bangsa termasuk Indonesia, seperti krisis ekonomi dan krisis moral, kehidupan yang cenderung materialis dan perilaku seks di kalangan siswa/mahasiswa yg semakin meningkat dari tahun ke tahun, salah satunya dilatarbelakangi oleh Sistem pendidikan yang hanya memperhatikan hal-hal kognitif, namun kurang memperhatikan  pengembang Kecerdasan (SQ).

Memperhatikan hal tersebut, Masykurillah melalui orasi ilmiahnya mengajak kepada seluruh lembaga pendidikan untuk memprioritaskan dan menyediakan porsi yang lebih besar terhadap pengembangan SQ siswa dan mahasiswanya.

Namun yang menjadi persoalan adalah, spiritual quotient (SQ) selama ini hanya menjadi sebuah konsep dan landasan hukum semata,tetapi kurang begitu optimal dalam praktiknya saat pembelajaran di dalam kelas. Untuk itu, Masykurillah dalam orasi ilmiahnya menawarkan sebuah produk  beruoa “Model Pembelajaran Fitriah” guna meningkatkan SQ terhadap peserta didik.

Lebih lanjut, Masykurillah menyampaikan bahwa Model Pembelajaran “Fitriah” adalah satu solusi alternatif, sebagai tindakan antisipatif ataupun kuratif dalam memperbaiki moral bangsa dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Sehingga dapat terbentuk SQ yang baik dalam setiap individu siswa/mahasiswa sebagai wujud pelaksanaan amanah tujuan pendidikan nasional.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.