Metro, metrouniv.ac.id – Sebanyak 1.411 mahasiswa dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung juga dari luar provinsi seperti Bali, Kalimantan, dan Bangka, mengikuti kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Keagamaan Dalam Jabatan Batch III Tahun 2025, Selasa (2/9). Kegiatan yang diselenggarakan secara daring ini diselenggarakan oleh UIN Jurai Siwo Lampung (UIN JUSILA) sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional Kementerian Agama dalam peningkatan kualitas dan pengakuan profesional guru Pendidikan Agama Islam (PAI).

Acara dibuka dengan sambutan dari Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Dr. Siti Annisah, yang menyampaikan pentingnya orientasi ini sebagai langkah awal menuju keberhasilan mahasiswa dalam menjalani PPG. “Kegiatan ini bukan hanya pengantar, tetapi menjadi gerbang awal yang sangat menentukan kualitas proses dan hasil yang akan Bapak-Ibu raih ke depan. Materi-materi yang disampaikan akan sangat menunjang keberhasilan Anda sebagai guru profesional,” ujar Dr. Annisah.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Rektor I UIN JUSILA, Prof. Dr. Dedi Irwansyah, mewakili Rektor. Ia menegaskan bahwa menjadi guru, khususnya guru agama, bukanlah peran yang ringan. “Menjadi guru tidaklah mudah. Kita bukan hanya mengajar, tetapi mendidik, menanamkan akidah dan akhlakul karimah. Maka, kegiatan ini sangat penting, karena metode lebih penting daripada sekadar materi, dan gagasan lebih penting dari sekadar hafalan. Mari kita saling bertukar pikiran agar ruhul mudarris—jiwa pendidik kita—terus tumbuh dan lebih baik,” ungkapnya penuh semangat.
Materi perdana sejatinya akan disampaikan oleh Dr. M. Munir, M.Ag., Direktur Pendidikan Agama Islam pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Namun, karena masalah teknis, sesi awal diisi oleh Drs. H. Karwito, M.M., Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKI), Kanwil Kemenag Provinsi Lampung.

Dalam paparannya yang berjudul “Tantangan dan Strategi Perkuliahan Mandiri serta Ujian Daring bagi Mahasiswa PPG”, Karwito menekankan bahwa PPG merupakan bentuk pengakuan negara terhadap eksistensi dan peran guru. Ia menyoroti kondisi guru PAI, khususnya non-PNS, yang masih menghadapi tantangan kesejahteraan. “Satu-satunya jalan untuk meningkatkan kualitas hidup dan profesionalisme guru adalah melalui PPG. Ini bukan hanya proses administratif, tetapi perjuangan kemanusiaan,” tegasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa guru yang telah lulus sertifikasi berhak atas tunjangan profesi sebesar satu kali gaji bagi PNS atau setengah kali gaji bagi non-PNS. Ia menambahkan bahwa peningkatan kesejahteraan guru berdampak langsung pada kehidupan sosial dan ekonomi daerah. “Ketika penghasilan guru dibelanjakan di daerahnya sendiri, maka akan menggerakkan ekonomi lokal. Ini bukan hanya investasi untuk guru, tapi untuk masyarakat secara keseluruhan,” jelas Karwito.
Karwito juga menekankan bahwa lulusan PPG ini nantinya akan menjadi bagian dari alumni UIN Jurai Siwo Lampung, menjadikan kampus ini sebagai almamater pendidikan profesi mereka. Ia mengingatkan bahwa guru bukan hanya penyampai materi, melainkan agen perubahan yang menanamkan nilai dan budaya keagamaan di sekolah.

PPG, menurutnya, merupakan bagian dari pelaksanaan program prioritas Kementerian Agama, termasuk penguatan Kurikulum Cinta dan Eko-Teologi, yang menempatkan guru sebagai penggerak nilai spiritual dan kemanusiaan dalam lingkungan pendidikan. Guru PAI diharapkan mampu menghadirkan budaya keagamaan yang aktif di sekolah, tidak hanya terbatas pada masjid atau majelis taklim, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari siswa melalui kegiatan seperti rohis, kajian keislaman, shalawat, serta pembinaan akhlak secara langsung.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap Tujuh Peta Jalan Pendidikan Agama Islam, yang menjadi arah pembinaan keagamaan yang menyeluruh dan kontekstual di dunia pendidikan. Pendidikan agama, katanya, harus hadir dalam kehidupan nyata siswa, tidak berhenti di ruang kelas.
Dengan semangat pengabdian, kegiatan orientasi ini menjadi awal dari perjalanan penting bagi para guru untuk mengukuhkan identitas profesional, memperkuat karakter sebagai pendidik sejati, serta mengambil bagian aktif dalam pembangunan peradaban melalui pendidikan. UIN Jurai Siwo Lampung menjadi saksi dan rumah pertama dalam perjalanan profesional para calon guru bangsa ini.
(Lk)