PENYUSUNAN PAGU ANGGARAN DITJEN PENDIDIKAN ISLAM 2026: FOKUS PADA PERCEPATAN SERAPAN DAN PENGUATAN TATA KELOLA

WhatsApp Image 2025-07-09 at 10.17.02

Jakarta, metrouniv.ac.idDirektorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI, menyelenggarakan kegiatan Penyusunan Pagu Anggaran Tahun 2026 selama empat hari, mulai Selasa hingga Jumat, 8–11 Juli 2025. Bertempat di Kantor Kementerian Agama, Jl. Lapangan Banteng Barat, Jakarta, kegiatan ini diikuti oleh seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) se-Indonesia bersama tim perencanaan masing-masing.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Pendidikan Islam menekankan pentingnya percepatan serapan anggaran yang harus dimonitor secara mingguan sebagai bagian dari langkah mitigasi terhadap potensi keterlambatan realisasi. Ia juga menegaskan bahwa serapan pendapatan akan menjadi salah satu indikator utama dalam penentuan alokasi anggaran pada tahun-tahun mendatang.

“Kecepatan dan akurasi serapan anggaran bukan hanya soal teknis administratif, tetapi berkaitan langsung dengan daya dorong program-program strategis, khususnya dalam peningkatan mutu pendidikan Islam,” tegasnya.

Dirjen juga menyoroti pentingnya optimalisasi pemanfaatan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), yang akan difokuskan melalui koordinasi intensif antara para Kepala Biro dan Rektor. SBSN disebut berperan strategis dalam mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan dan menjadi bagian dari mitigasi anggaran gelombang II.

Agenda lainnya mencakup pembahasan mapping kelembagaan dan distingsi PTKN, yang dinilai penting untuk memperjelas arah pengembangan masing-masing lembaga. Dirjen menegaskan bahwa distingsi ini memerlukan penganggaran khusus dan tidak tercakup dalam program reguler.

Selain itu, program ini selain mendorong asta cita juga asta protas kementerian agama yang berujuan menciptakan SDM unggul melalui digitalisasi pembelajaran berbasis Smart Class. Setiap kampus ditargetkan memiliki minimal satu kelas digital yang aktif pada tahun anggaran mendatang.

Dalam aspek tata kelola, Dirjen mendorong peningkatan sistem manajemen berbasis ISO yang lebih adaptif dan akuntabel. Ia juga meluncurkan inisiatif Green Campus, yaitu transformasi lingkungan kampus menjadi lebih asri, sehat, dan menyenangkan. Sebagai bentuk komitmen, Ditjen akan mengumumkan predikat kampus terbersih dan kampus terkotor secara nasional.

Sebagai bentuk inovasi pembiayaan, kampus PTKIN akan diarahkan untuk mengakses Dana Pendidikan Islam (DAPI) berbasis Wakaf Tunai, guna mendorong kemandirian dan keberlanjutan pendanaan pendidikan Islam. Gerakan wakaf tunai hendaknya disosialisasikan pada event-event besar seperti wisuda, PMB. Para ASN yang ada akan menjadi role modelnya.

Kegiatan ini selain para rektor dan tim perencana dari seluruh PTKN, juga dihadiri oleh Dirjen Pendidikan Islam, Sekretaris Ditjen Pendis, Ketua Tim Bagren Ditjen Pendis, serta beberapa Kasubtim. UIN Jurai Siwo Lampung sendiri hadir dalam kegiatan penyusunan tersebut, Rektor, Prof. Dr. Ida Umami bersama 2 tim perencanaannya. Mereka terlibat aktif dalam proses penyusunan dan sinkronisasi rencana anggaran yang menjadi dasar penyusunan DIPA 2026. (lk)

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.