IAIN Metro, metrouniv.ac.id â Masa Pandemi tak menghentikan program pengabdian mahasiswa. Kuliah Pengabdian masyarakat tetap berlanjut dengan konsep âdari rumahâ? atau kini disebut KPM-DR. IAIN Metro telah membuka pendaftaran KPM sejak awal mei lalu. Diterima sejumlah 502 peserta KPM dengan 100 orang dosen pembimbing lapangan (DPL).
Hari ini peserta tersebut mengikuti Pembekalan Online yang diadakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Metro. Pembekalan ini dibagi menjadi empat sesi dengan berbagai materi dan pemateri yang mumpuni dibidangnya. Sesi pertama (22/06) dinarasumberi oleh Rektor IAIN Metro, Enizar, Ketua P2M LPPM UIN Walisongo, Rikza Chamami dan Ketua pengurus harian pesantren Luhur sabilussalam, Suwendi.
Sesi selanjutnya berlangsung esok hari (23/06) dengan pemateri para wakil rektor IAIN Metro diantaranya Suhairi (WR 1), Mukhtar Hadi (WR II) dan Ida Umami (WR III) yang akan berlangsung pukul 09.00 Wib. Sesi selanjutnya Pukul 13.00 Wib dengan pemateri Toto Andri Puspito (TIPD IAIN Metro), Rizki Gunawan (Ketua PKMB UIN RIL) dan Elfa Murdiana (Tim PPRG Kemenag RI).
Sesi terakhir akan berlangsung pada hari Rabu (24/06) pukul 09.00 Wib dengan pemateri Zuhairi (Kepala Pusat P2M IAIN Metr), Tri Aru Wiratno (Dosen seni rupa IKJ) dan Nasrul Hakim (Pengelola Dedikasi, Jurnal Pengabdian Masyarakat) yang akan menutup akhir sesi pembekalan online.
Rektor IAIN Metro, Enizar dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada pemateri dan berharap semoga materi kali ini dapat diterima dan diaplikasikan oleh peserta selama KPM-DR berlangsung. âikutilah program KPM-DR ini dengan baik, sehingga hasilnya memuaskan dan produk KPM dapat berguna bagi peserta dikemudian hariâ? harapnya.
Ditemui di ruangan, Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat, Zuhairi mengatakan KPM-DR ini merupakan perdana dilakukan pasca dilayangkannya surat Direktur PTKI nomor B-713/DJ/Dt.I.III/TL.00/04/2020 perihal tindak lanjut edaran Dirjenpendis nomor 697/03/2020 di bidang litabdimas.
âMeski Covid-19 melanda, namun produktivitas harus tetap dilanjutkan. Semoga program ini sukses dan bermanfaat bagi peserta yang menjalaninyaâ?. ujarnya mengakhiri.
Berbeda dari KPM sebelumnya, KPM-DR ini juga menuntut peserta untuk lebih kreatif menggunakan new media seperti Instagram, youtube, facebook, website dan platform lainnya untuk mempublish produk-produk atau kegiatan yang mereka lakukan selama 60 hari KPM-DR berlangsung. (Humas)