Metro, metrouniv.ac.id – Sebagai upaya pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro terus melakukan terobosan untuk pengembangan bidang Pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat, yang merupakan tujun dari tri dharma perguruan tinggi.
Sebagai salah satu langkah yang dilakukan untuk hal tersebut, pada Rabu yang lalu (07/04/21), IAIN Metro menerima kunjungan dari Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Provinsi Lampung.
Gagasan yang dipelopori oleh Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) IAIN Metro tersebut adalah sebagai langkah untuk peningkatan Kerjasama, dimana Pokjaluh merupakan kelompok yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
18 Perwakilan Pokjaluh Provinsi Lampung hadir di Ruang Saifudin Zuhri Lantai II Rektorat. Kunjungan Pokjaluh merupakan jawaban atas permohonan audiensi yang dikirimkan PSGA IAIN Metro untuk membincang peluang kerjasama sekaligus memetakan kebutuhan masyarakat binaan Pokjaluh di masing-masing Kabupaten.
Acara yang dipandu oleh Dr. Mufliha Wijayati, M.S.I. selaku Kepala PSGA tersebut, dihadiri oleh Wakil Rektor Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Suhairi, S.Ag., M.H. dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAIN Metro, Dr. Zainal Abidin, M.Ag. serta unsur dosen IAIN Metro.
Dalam Sambutannya, Zainal Abidin menjelaskan bahwa LPPM memiliki 4 pusat; Pusat Penelitian dan publikasi, Pusat Pengabdian Masyarakat, Pusat Studi Gender dan Anak, dan Pusat Studi Moderasi Beragama. Masing-masing pusat memiliki fokus kajian dan spesifikasi yang dapat disinergikan dengan kerja-kerja Penyuluh Agama Islam.
Suhairi selaku Wakil Rektor yang sekaligus sebagai PLH. Rektor, menyinggung persoalan Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf (Ziswa) yang seringkali menimbulkan problem di masyarakat. Isu-isu terkait wakaf produktif dan wakaf tunai masih menjadi PR Bersama kalangan akademis dan praktisi penyuluh agama Islam untuk terus memberikan edukasi dan sosialisasi pada masyarakat. Kita, menyadari potensi yang sangat besar terkait wakaf tanah yang dapat dioptimalkan pemanfaatannya oleh dan untuk masyarakat. Suhairi berharap, isu wakaf ini dapat menjadi concern kerja sama IAIN Metro dan Penyuluh Agama Islam, imbuhnya.
Dalam sesi dengar pendapat dan pemaparan kebutuhan masyarakat binaan pokjaluh, terekam isu-isu krusial terkait pembinaan keluarga sakinah yang adil gender, isu moderasi beragama, dan isu-isu lain yang menjadi bagian 8 spesialisasi penyuluh agama Islam. M. Ali selaku ketua Pokjaluh Wilayah Propinsi Lampung menegaskan, bahwa inisiasi kerjasama ini kami sambut baik, dan kami siap untuk bersinergi, bergandeng tangan untuk kebaikan dan kemaslahatan umat Islam, Institusi kerja kita (Kementerian Agama-Red), dan masyarakat pada umumnya. Maka, sekali lagi, Kami berharap, IAIN Metro jangan sungkan-sungkan untuk mengandeng kami, karena sejatinya kita ini satu keluarga, Keluarga besar Kementerian Agama.
Setelah kurang lebih 2 Jam pertemuan, di akhir sessi, Mufliha Wijayati selaku Ketua PSGA IAIN Metro yang menginisiasi penjajagan kerjasama ini membuat beberapa catatan untuk ditindaklanjuti dengan menetapkan 4 perwakilan dari pokjaluh dan 4 perwakilan dari IAIN Metro. Tim ini selanjutnya akan melakukan komunikasi intensif melalui pertemuan-pertemuan virtual untuk merancang draft memorandum of understanding (MoU) sebagai payung hukum Kerjasama. Mufliha kembali menegaskan bahwa pertemuan ini adalah awal yang baik, akan ditindaklanjuti secara baik, dan harapannya berdampak baik bagi masyarakat seluas-luasnya. Meski rencana awal didesain untuk kerjasama dalam bidang keadilan dan kesetaraan gender, namun kerjasama ini akan sangat dimungkinkan berkembang sesuai dinamika kebutuhan masyarakat dan juga kemampuan dari masing-masing pihak. (ss_humas).