Lampung, metrouniv.ac.id – Gerakan Pramuka Pangkalan UIN Jurai Siwo Lampung melalui Racana Raden Inten II dan Putri Kandang Rarang (Rindu Tridara) resmi menggelar Perkemahan Gema Muharam (PGM) XXVI Se-Sumatera Bagian Selatan yang berlangsung selama empat hari, mulai 15 hingga 18 Juni 2026, di Bumi Perkemahan Kampus II UIN Jurai Siwo Lampung.
Kegiatan tahunan tersebut diawali dengan berbagai rangkaian acara, mulai dari pendirian tenda peserta, upacara adat, karnaval budaya, hingga tabligh akbar yang dilaksanakan pada Senin (15/06/2026). Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan upacara pembukaan resmi yang digelar di Bumi Perkemahan Kampus II UIN Jurai Siwo Lampung pada Selasa (16/06/2026).

Selain kegiatan kepramukaan, panitia juga menggelar aksi sosial berupa donor darah hasil kerja sama Gerakan Pramuka UIN Jurai Siwo Lampung dengan Unit Donor Darah PMI Kota Metro. Kegiatan tersebut menargetkan penghimpunan sebanyak 50 kantong darah sebagai bentuk kepedulian sosial peserta terhadap masyarakat.
Upacara pembukaan dihadiri oleh sejumlah pejabat dari unsur internal maupun eksternal. Dari pihak kampus hadir secara langsung Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Ida Umami, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) Gerakan Pramuka UIN Jurai Siwo Lampung, didampingi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Aris Septi Anggaira.

Sementara itu, dari unsur eksternal hadir Wali Kota Metro yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Metro, Wakil Ketua VIII Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Lampung Bidang Mental Spiritual dan Bela Negara, Anna Morinda, perwakilan Polres Metro, Kepala Dinas Pariwisata Lampung Timur, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Metro, Ketua Dewan Kerja Daerah Lampung, Ketua Dewan Kerja Cabang Kota Metro, perwakilan Polsek Batanghari, serta para Ketua Dewan Racana dari berbagai perguruan tinggi di Lampung.
Dalam sambutannya, Prof. Ida Umami mengajak seluruh peserta untuk memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini saya berharap seluruh peserta dapat menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Rektor juga memperkenalkan UIN Jurai Siwo Lampung kepada para peserta yang berasal dari berbagai daerah. Ia menegaskan bahwa UIN Jurai Siwo Lampung telah memiliki jenjang pendidikan yang lengkap, mulai dari program sarjana (S1), magister (S2), hingga doktor (S3).

“Saya mengajak adik-adik untuk tidak salah memilih perguruan tinggi dalam melanjutkan pendidikan. UIN Jurai Siwo Lampung saat ini telah menyediakan program pendidikan dari jenjang sarjana, magister, hingga doktor,” tambahnya.
Sebelum pembukaan resmi dilakukan, Wakil Ketua VIII Kwarda Lampung Bidang Mental Spiritual dan Bela Negara, Anna Morinda, menyampaikan amanat Ketua Kwarda Lampung. Dalam sambutannya ia menekankan pentingnya peran Pramuka Perguruan Tinggi sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Menurutnya, Gerakan Pramuka merupakan wadah pembinaan generasi muda yang sarat dengan kegiatan positif sehingga perlu terus diikuti dan dikembangkan oleh mahasiswa.
“Pramuka di perguruan tinggi harus mampu menjadi agen perubahan. Banyak nilai dan kegiatan positif yang dapat membentuk karakter generasi muda, sehingga teruslah aktif berpramuka,” pesannya.
Usai penyampaian amanat, Anna Morinda secara resmi membuka PGM XXVI Se-Sumbagsel. Pembukaan yang selanjutnya ditandai dengan pemukulan gong.

Pemukulan gong pertama dilakukan oleh Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Ida Umami, didampingi Anna Morinda. Sementara gong kedua dipukul oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Metro yang mewakili Wali Kota Metro sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan Perkemahan Gema Muharam XXVI, yang dilanjutkan dengan penyematan atribut peserta

Penampilan tari tradisional khas Lampung yang dibawakan oleh anggota Gerakan Pramuka UIN Jurai Siwo Lampung, menambah semarak suasana pembukaan dan menjadi wujud pelestarian budaya daerah di tengah kegiatan kepramukaan tingkat regional tersebut.