Metro, metrouniv.ac.id – Upaya implementasi Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2000 Tentang Penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender (PUG) terus dilakukan oleh IAIN Metro. Sebagai upaya tersebut Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Metro kali ini menggelar kegiatan Refresment Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender yang digelar di Aidia Grande Hotel Metro.
Acara yang digelar selama 3 hari tersebut dimulai sejak Senin (22/11/2021) hingga hari ini (Rabu – 24/11/2021) diikuti peserta darai sivitas akademika IAIN Metro dan dari instansi lain dalam upaya pelaksanaan Perpres Nomor 9 Tahun 2000 tersebut. Peserta dari IAIN Metro terdiri dari utusan masing-masing unit, subbagian, fakultas, dan pascasarjana, yang merupakan dosen dan tenaga kependidikan serta dari usur mahasiswa utusan dari unit kegiatan mahasiswa. Sedangkan pihak stakeholder yang hadir adalah dari Badan Pembangunan Daerah (Bapedda) Kota Metro, Dinas Sosial Kota Metro, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Metro serta dari berbagai komunitas yang ada di Kota Metro.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala PSGA IAIN Metro yang juga sebagai moderator pada kegiatan tersebut Dr. Mufliha Wijayati, M.S.I., dan tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.
Pada kegiatan kegiatan Refresment Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender kali ini beberapa pemateri dihadirkan Ketua PRG Sekolah Stratejik Global Universitas Indonesia Dr. Iklilah Muzayyanah DF., M.Si. dan konsultan Gender Yooke Adelina Damopli. Pada kesempatan tersebut juga diisi materi dari internal perencanaan Agus Hamdani, S.Ag. M.H. selaku koordinator bagian Perencanaan dan Keuangan dan Elfa Murdiana, M.Hum selaku fasilitator PPRG Kementerian Agama yang juga sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan.
Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Biro AUAK (Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan yang secara resmi membuka acara tersebut.
Pada kesempatan tersebut Kepala biro paad sambutan dan membuka acara secara resmi berharap pelaksanaan perencanaan dan pengaangaran yang dilakukan memperhatikan responsive gender.
“pengarusutamaan gender harus terus diperhatikan terutama pada proses perencanaan dan penganggaran sehingga akan tercipta kesetaraan gender”.
Acara dilanjutkan dengan penyampian materi oleh para narasumber. (ss_humas)