PSGA IAIN Metro Berjejaring dan Bersinergi melalui Halaqah RAHIMA

8WhatsApp-Image-2019-12-04-at-07.20.59.jpeg

Bandarlampung, metrouniv.ac.id- Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Metro yang diwakili Mufliha Wijayati (Ketua) dan Elfa Murdiana (Anggota) menghadiri acara Halaqah Pendekatan Mubadalah dan Keadilan Hakiki: Upaya Memahami Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin di Hotel Emersia, Bandarlampung. Halaqah ini diselenggarakan oleh RAHIMA bekerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lampung Timur dan Tanggamus. Dua fasilitator andal, Dr. KH. Faqihudin Abdul Kadir, MA, dan Dr. Hj. Nurrofi’ah, bil Uzm. membersamai 64 peserta yang terdiri dari Kepala KUA Lampung Timur dan Tanggamus, PSGA IAIN Metro, UIN Raden Intan, dan Lembaga Advokasi Damar yang berlangsung selama dua hari, 3-4 Desember 2019.

 

Kerjasama antara RAHIMA dengan Kemenag Kabupaten Lampung Timur dan Tanggamus telah terjalin  sejak 2017 sebagai upaya untuk menekan angka kekerasan dalam rumah tangga dan perceraian melalui penguatan peran, tugas, dan fungsi KUA dalam membangun keluarga sakinah. Agustus 2019 lalu, RAHIMA bersama KUA Lampung Timur dan Tanggamus juga telah mengadakan Workshop Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk khutbah nikah dan penasehatan Perkawinan. Tak berhenti disitu, RAHIMA kembali mengadakan Halaqah dengan meneguhkan Mubadalah dan keadilan hakiki sebagai pendekatannya yang bertujuan untuk menguatkan pemahaman pegawai KUA dalam mewujudkan keluarga sakinah.

 

Pera Soparianti, Direktur RAHIMA menjelaskan bahwa keterlibatan  PSGA IAIN Metro dan Lembaga penyedia layanan advokasi DAMAR di wilayah Lampung merupakan bagian dari ikhtiar RAHIMA untuk memperkuat jaringan antara RAHIMA, KUA di Lampung Timur dan Tanggamus. Ketua PSGA IAIN Metro, Mufliha Wijayati menyambut ikhtiar ini dengan menjajaki beberapa peluang kerjasama yang bisa dirajut baik dengan RAHIMA dan Damar sebagai lembaga advokasi, maupun peluang-peluang untuk bersinergi dengan KUA-KUA di wilayah Lampung.   

 

Dr. Hj. Nur Rofiah bil Uzm menegaskan bahwa pendekatan mubadalah dan keadilan hakiki memosisikan laki-laki dan perempuan sebagai subjek penuh dalam keluarga untuk mewujudkan kemaslahatan seluas-luasnya bagi masing-masing pihak.

“Dalam posisi sebagai sama-sama subjek penuh kehidupan, pasangan laki-laki dan perempuan mengemban amanat untuk bersama-sama mewujudkan dan merasakan kemaslahatan dalam keluarga. Inilah yang disebut dengan keadilan dan kesetaraan hakikiâ€? tutur fasilitator yang kerap dipanggil Nyai ini. (Rls/humas)

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.