Lampung Timur, metrouniv.ac.id – Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Jurai Siwo Lampung bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar kegiatan bertajuk “Peran Perempuan dalam Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi Keluarga” di Balai Desa Sumber Agung, Kecamatan Metro Kibang, Kabupaten Lampung Timur, Jumat (8/8/2025).
Kegiatan ini bertujuan mendorong peran aktif perempuan dalam pembangunan ekonomi keluarga sekaligus memperkuat keluarga sebagai pilar utama dalam sistem ekonomi masyarakat. Peserta kegiatan terdiri dari ibu-ibu dan bapak-bapak warga Desa Sumber Agung.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan Koordinator Desa (Kordes) KKN UIN Jurai Siwo Lampung yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, khususnya PSGA LPPM UIN Jurai Siwo Lampung, pemerintah Desa Sumber Agung, dan warga yang antusias mengikuti acara. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang tidak hanya fokus pada penguatan keagamaan, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup dan kemandirian ekonomi warga.
Kepala Desa Sumber Agung, Suranto, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada PSGA LPPM UIN Jurai Siwo Lampung serta mahasiswa KKN yang telah memilih Desa Sumber Agung sebagai lokasi pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Ia menegaskan bahwa peran perempuan sangat penting dalam menopang perekonomian keluarga sekaligus memajukan desa.
“Perempuan adalah aset berharga desa. Ketika mereka berdaya, tidak hanya keluarga yang sejahtera, tetapi juga desa akan ikut berkembang. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat membuka wawasan masyarakat dan menjadi langkah nyata untuk membangun kemandirian ekonomi berbasis keluarga,” ujarnya.

Kepala PSGA, Siti Mustaghfiroh, M.Phil., menekankan bahwa kemajuan ekonomi keluarga tidak terlepas dari peran sentral perempuan. Ia menggambarkan perempuan sebagai manajer keuangan yang bijak, mengatur setiap rupiah demi kesejahteraan rumah tangga.
“Keluarga adalah unit terkecil dalam sistem ekonomi, dan kesejahteraan keluarga akan menentukan masa depan generasi penerus. Ketika perempuan berdaya, ekonomi keluarga akan kokoh, dan masa depan anak-anak pun lebih terjamin,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung pemberdayaan perempuan, membangun kolaborasi yang harmonis antara suami dan istri, serta menumbuhkan kesadaran bahwa kemajuan desa dimulai dari keluarga yang kuat dan berdaya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya sinergi peran perempuan dan keluarga dalam pembangunan ekonomi semakin meningkat, sehingga mampu mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan bersama di tingkat desa. (lk/st)