Arafah, metrouniv.ac.id — Puncak pelaksanaan ibadah haji 1446 H dimulai dengan wukuf di Padang Arafah yang dilaksanakan pada 9 Dzulhijah 1446 H bertepatan dengan Kamis, 5 Juni 2025. Rangkaian puncak haji ini diikuti oleh seluruh jamaah haji dari berbagai negara, termasuk jamaah asal Indonesia.
Wukuf dimulai sejak tergelincirnya matahari sekitar pukul 12.20 waktu setempat. Ribuan tenda jemaah tampak tertib mengikuti prosesi sakral ini, termasuk wilayah Mahtab 60 yang terdiri dari 20 tenda dan berisi berbagai kloter jamaah Indonesia.

Salah satu tenda yang menjadi pusat perhatian adalah tenda milik Kloter 24 JKG asla Lampung Timur yang menampung hampir 400 jamaah. Prosesi wukuf dimulai dengan khutbah yang disampaikan oleh pembimbing ibadah kloter, Suwarso. Dalam khutbahnya, Suwarso mengajak seluruh jamaah untuk memanfaatkan waktu mustajab di Arafah dengan memperbanyak doa, zikir, dan introspeksi diri.
“Di hari yang agung ini, di tempat yang mustajab ini, para nabi dan rasul juga pernah wukuf. Nabi Adam AS bertobat di tempat ini. Maka mari kita jadikan wukuf sebagai momentum untuk mengenal diri sendiri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujar Suwarso dalam khutbahnya.

Ia menekankan bahwa hakikat wukuf bukan sekadar hadir secara fisik, melainkan juga hadir secara batin dengan penuh kesadaran akan dosa dan harapan ampunan dari Allah SWT. “Wukuf belum sempurna bila kita belum mengenali diri dan belum mengenal Allah SWT,” tambahnya.
Setelah khutbah, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Dzuhur dan Ashar secara jamak takdim dan qasar, yang diimami oleh Ki Isrofudin. Doa bersama dipimpin oleh H. Ponari, disusul dengan momen haru bersalaman antarsesama jamaah. Rangkaian ibadah ditutup dengan dzikir, doa, dan tilawah Al-Qur’an yang dilakukan secara pribadi oleh masing-masing jamaah hingga matahari terbenam.
Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan mewarnai puncak ibadah haji ini, mencerminkan semangat dan kesungguhan para jamaah dalam meraih haji mabrur.