Metro, metrouniv.ac.id – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro periode 2025–2029, Prof. Ida Umami, memimpin apel rutin bulanan pada hari ini, Selasa (17/04/2025). Kegiatan yang berlangsung di halaman Rektorat Kampus 1 ini diikuti oleh jajaran pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan (tendik), dan menjadi apel perdana yang dipimpin oleh Prof. Ida pasca serah terima jabatan dari rektor sebelumnya (10/04/2025).

Dalam sambutannya, Prof. Ida menyampaikan sejumlah agenda penting yang dilaksanakan dalam waktu dekat. Agenda tersebut antara lain :
Pembangunan Gedung Laboratorium Terintegrasi
Salah satu poin utama yang disampaikan adalah hasil koordinasi bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pengelola anggaran di Jakarta. IAIN Metro tahun ini mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp71 miliar untuk pembangunan gedung laboratorium terintegrasi. “Namun karena adanya kebijakan efisiensi anggaran secara nasional, pembangunan akan dilakukan secara bertahap selama dua tahun,” jelas Prof. Ida.
Gedung tersebut direncanakan akan dibangun di belakang perpustakaan Kampus 2 dan akan terintegrasi secara langsung dengan fasilitas perpustakaan. Adapun Proses lelang dan penunjukan pelaksana akan dilakukan langsung oleh Kementerian Agama Pusat. Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada rektor sebelumnya yang telah merancang proyek ini dengan sangat baik.

Program Penanaman Pohon Matoa dan Banding Akreditasi Tadris IPS
Selain itu, Prof. Ida menginformasikan adanya program penanaman pohon matoa yang akan diluncurkan secara nasional oleh Kementerian Agama pada 22 April 2025. Program ini menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat citra kampus hijau.
Pada kesempatan yang sama, beliau juga menyampaikan bahwa Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) akan menjalani proses banding akreditasi ke Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) pada 21 April 2025.
“hanya terpaut 4 point untuk menjadi unggul, tetapi kemungkinan besar LAMDIK juga sudah siap dengan bukti dan argumentasinya. Justru, jika ada temuan baru yang kurang mendukung, hal itu bisa menurunkan nilai akreditasi kita,” ujar Prof. Ida. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh civitas akademika untuk bersatu padu meningkatkan hal hal yang masih kurang agar akreditasi meningkat dari “Baik Sekali” menjadi “Unggul”.

Seleksi Pimpinan Baru dan Pola Kepemimpinan Kolaboratif
Dalam rangka menyambut kepemimpinan baru, panitia seleksi pimpinan telah membuka pendaftaran untuk sejumlah posisi strategis, mulai dari Wakil Rektor hingga Ketua Program Studi untuk periode 2025–2029. Prof. Ida mengimbau seluruh sivitas akademika yang memenuhi syarat untuk segera mengisi formulir pendaftaran yang telah dipublikasikan.
Menurut beliau tahun ini, tidak akan ada penunjukan sekretaris program studi secara umum. Hanya beberapa prodi dengan jumlah mahasiswa besar yang kemungkinan akan mendapatkan posisi sekretaris. Rencananya pelantikan unsur pimpinan akan dilaksanakan pada 28 April 2025 mendatang.

Menutup arahannya, Prof. Ida menegaskan bahwa kepemimpinannya akan mengedepankan pola kolaboratif, mengajak seluruh elemen kampus untuk bekerja sama demi kemajuan institusi. Dengan tegas, beliau mengingatkan agar seluruh pimpinan dan pegawai untuk senantiasa menjaga integritas, terutama dalam hal pengelolaan keuangan.
“Mari kita pilih jalan yang lurus, bukan yang sesat. Sebab pekerjaan yang kita lakukan, khususnya yang berkaitan dengan keuangan, tidak hanya dipertanggungjawabkan di dunia, tapi juga di akhirat,” pungkasnya. (Lk)