Banjarrejo, Lampung Timur, metrouniv.ac.id – IAIN Metro menggelar Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) pada Jumat pagi (31/01/2025) di Auditorium Gedung Akademik Center (GAC). Acara ini diikuti oleh 222 peserta yudisium dan 49 peserta pengukuhan guru profesional.
Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor IAIN Metro, Prof. Siti Nurjanah, didampingi oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kelembagaan Prof. Suhairi, Wakil Rektor 2 Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Prof. Akla, serta Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Mahrus As’ad. Turut hadir Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (AUAK) Ahmad Supardi, Sekretaris Senat Wahyu Setiawan, dan sejumlah anggota senat lainnya yang merupakan perwakilan dari FTIK, serta tim manajemen fakultas dan rektorat.

Selain unsur pimpinan institut, acara ini juga dihadiri oleh para pejabat FTIK, termasuk Dekan FTIK Zuhairi, Wakil Dekan 1 Isti Fatonah, Wakil Dekan 2 Yudiyanto, serta Wakil Dekan 3 Kuryani. Para ketua program studi (Kaprodi), sekretaris prodi, dosen, serta guru pamong peserta PPG Batch 1 IAIN Metro juga turut menyaksikan prosesi ini.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Metro Prof. Siti Nurjanah menyampaikan informasi terkait penerimaan mahasiswa baru yang saat ini tengah berlangsung melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) PTKIN. Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa FTIK telah memiliki tiga program studi dengan akreditasi unggul, dan diharapkan beberapa prodi lainnya yang baru saja menjalani asesmen lapangan, seperti PIAUD, Biologi, dan PPG, dapat segera menyusul.

Lebih lanjut, Prof. Siti Nurjanah menegaskan bahwa perjalanan panjang yang telah ditempuh para lulusan hingga akhirnya berhak menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) dan menjadi guru profesional merupakan bukti dari kegigihan dan perjuangan mereka selama menempuh pendidikan di IAIN Metro. Ia menekankan bahwa yudisium merupakan pintu gerbang menuju kelulusan, sementara wisuda adalah seremoni resmi yang akan segera mereka ikuti.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga mengingatkan pentingnya selalu menghormati dan berbakti kepada orang tua. Ia menekankan bahwa di balik keberhasilan setiap mahasiswa, terdapat pengorbanan orang tua yang luar biasa. Oleh karena itu, ia berpesan agar para lulusan selalu menjaga hubungan baik dengan orang tua, berbicara dengan kata-kata yang mulia, serta tidak menyakiti perasaan mereka, terutama ibu.

“Jangan pernah marah kepada orang tua, berikanlah kata-kata yang baik dan penuh hormat. Jika masih ada kesempatan, manfaatkanlah sebaik mungkin sebagai bentuk rasa syukur dan bakti kita kepada mereka,” pesannya.

Acara yudisium dan pengukuhan ini berlangsung khidmat dan penuh haru. Dengan resmi menyandang gelar sarjana dan status sebagai guru profesional, para lulusan diharapkan dapat mengamalkan ilmu yang telah diperoleh serta memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas.