Metro, metrouniv.ac.id – Suasana haru menyelimuti keluarga besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro. Sosok yang selama hampir empat dekade menjadi penjaga gerbang ilmu pengetahuan kampus, Siti Khotijah, S.IPI., M.Sy., resmi mengakhiri masa pengabdiannya sebagai pustakawan pada usia 58 tahun.

Khotijah bukan hanya pustakawan biasa—beliau adalah pionir dalam dunia kepustakawanan IAIN Metro. Sejak bergabung pada Maret 1989, beliau menjadi pustakawan fungsional pertama di kampus ini dan telah mendedikasikan 36 tahun hidupnya untuk membangun dan mengelola layanan perpustakaan demi menunjang kemajuan akademik. Bahkan diakhir mas jabatannya masih berkesempatan membersamai rekan-rekan kerjanya menyusun akreditasi dan menghantarkan Perpustakaan Bait Al Hikmah meraih Akreditasi ” Unggul”. Sifatnya yang rendah hati, penuh kehangatan, dan selalu siap membantu menjadikan beliau sosok yang sangat dicintai oleh rekan kerja dan mahasiswa.

Kini, tongkat estafet itu telah diteruskan oleh Alva Yenica Nandavita, M.E.Sy., menantu beliau yang juga merupakan alumni terbaik IAIN Metro dan kini menjadi dosen di almamater yang sama pada Fakultas Ekonomi dan Perbankan Islam. Sebuah estafet pengabdian yang penuh makna.

Usai purna tugas pertanggal 1 Mei ini, Ibu Khotijah berencana lebih aktif dalam kegiatan sosial masyarakat dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama cucu tercinta—momen yang selama ini mungkin terlewat karena kesibukannya sebagai ASN.
Rangkaian ucapan selamat dan haru membanjiri grup WhatsApp keluarga besar IAIN Metro sebagai bentuk penghormatan dan terima kasih. Rektor IAIN Metro, Prof. Ida Umami, turut menyampaikan apresiasinya:
“Pengabdian yang telah diberikan selama ini merupakan jejak yang tak terlupakan. Selamat purna tugas, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.”
Selamat purna tugas, Ibu Siti Khotijah. Terima kasih atas dedikasi dan keteladanannya. Warisan semangat Ibu akan selalu menjadi inspirasi bagi generasi penerus IAIN Metro. (Lk)