Metro, metrouniv.ac.id — Ratusan mahasiswa dari berbagai Program Studi dan Fakultas di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung antusias mengikuti kegiatan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode II Tahun 2025 yang secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Dedi Irwansyah, mewakili Rektor UIN Jurai Siwo Lampung. Kegiatan berlangsung pada Kamis pagi (10/07/2025) di Aula Gedung Academic Center (GAC), Kampus II IAIN Metro.

Kegiatan pembekalan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, di antaranya Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Yudiyanto, Kepala Biro AUAK Ahmad Supardi, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Dr. Nurkholis, dan Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat Basri, M.Pd. Dari unsur pemerintah daerah, hadir Camat Way Bungur Lusi Aprinan dan Camat Metro Kibang Heriyansyah.

Dalam laporannya, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Basri, menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN akan dilaksanakan di dua kabupaten, yakni Lampung Timur dan Lampung Utara, mulai 21 Juli hingga 1 September 2025, dengan jumlah peserta mencapai 339 mahasiswa.
“Untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang lokasi KKN, pembekalan ini menghadirkan narasumber dari kecamatan dan kabupaten tempat mahasiswa akan mengabdi, baik dari Lampung Timur maupun Lampung Utara,” jelas Basri.
Dalam sambutannya, Prof. Dedi Irwansyah mengajak para mahasiswa menjadikan KKN sebagai ajang implementasi dari ilmu yang telah diperoleh selama masa perkuliahan.

“Apa yang sudah kita pelajari di kampus ini akan menemukan bentuk konkritnya di tengah masyarakat. Karakter tidak bisa dipelajari hanya lewat teori, tapi harus dibentuk melalui keterlibatan langsung,” tegas Prof. Dedi.
Ia menambahkan bahwa tema KKN tahun ini menekankan pentingnya pembentukan karakter, termasuk sikap sense of time atau kedisiplinan waktu, sebagai nilai yang harus dikembangkan dan dikaitkan dengan kehidupan sosial di masyarakat.
Menggunakan analogi menarik, Prof. Dedi menyampaikan bahwa kampus adalah tempat belajar teori, sedangkan KKN adalah praktik nyata.
“Di kampus kita sudah belajar teori tentang berenang, namun untuk bisa berenagn anda harus terjun ke kolam renang, turun ke sungai karena itu cara untuk bisa berenang. Pengetahuan dan karakter adalah dua hal berbeda, pengetahuan adalah teori tentang berenang, tapi kalu kita ingin bisa berenang kita harus turun ke kolam renang. Mari kita lihat KKN ini adalah suatu proses untuk terjun ke kolam renang, tapi untuk bisa berenang, kita harus terjun langsung ke kolam. Begitu pula KKN, ini adalah proses nyata membentuk kemampuan dan karakter,” ujarnya menyemangati mahasiswa.

Setelah memberikan sambutan, Prof. Dedi Irwansyah secara resmi membuka kegiatan pembekalan KKN Periode II Tahun 2025, yang akan menempatkan para mahasiswa di empat kecamatan pada dua kabupaten, yakni Kecamatan Way Bungur dan Kecamatan Metro Kibang untuk wilayah kabupaten Lampung Timur, dan Kecamatan Sungkai Barat dan Kecamatan SUngkai Jaya untuk wilayah Kabupaten Lampung Utara.
Kegiatan dilanjutkan dengan paparan materi sebagai paya pengenalan wilayah dan budaya masing-masing wilayah mulai dari kabupten hingga camat keempat lokasi KKN tersbut, sebagai upaya memberikan gambaran kepada para mahasiswa peserta KKN sebelum terjun ke lapangan.