Metro, Metrouniv.ac.id–Sabtu (06/05), dalam rangka menyamakan profil utama capaian pembelajaran prodi PGMI se-Indonesia, Ketua Jurusan (Kajur) PGMI IAIN Metro mengikuti Seminar Nasional Perkumpulan Prodi PGMI se-Indonesia.
Dengan tema “Pengembangan KKNI Berbasis Kearifan Lokal Pada Program Pendidikan Dasar Islam”, Seminar langsung dinarasumberi oleh, Prof.Dr. H. Muhammad Ali, M.Pd selaku guru besar UPI., Dr. Rozi (IPQ), Dr. Fauzan, MA dari ketua PD (Persatuan Dosen) PGMI se-Indonesia, Drs. Kidup Supriyadi, M.Pd dari Kemenag RI, Dr. Guntur Tjalajan dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Tengah, dan Dr. Ibnu Elmi Pelu selaku Rektor IAIN Palangkaraya.
Nurul Afifah, M.Pd.I., selaku Kajur PGMI pasca seminar mengatakan banyak ilmu yang didapat, salah satunya mengenai banyaknya kearifan lokal di Indonesia yang mengandung nilai-nilai karakter, yang harus dilestarikan serta di integrasikan dalam pendidikan.
“Dari sini (seminar) saya belajar, kearifan lokal merupakan warisan leluhur yang memiliki nilai-nilai karakter yang harus dilestarikan. Hal ini berkaitan erat dengan capaian pembelajaran baik dalam aspek sikap ataupun keterampilan,” ujarnya saat di wawancarai.
“Seperti dalam pengembangan KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia), muatan lokal berupa tari adat dan bahasa daerah bisa dijadikan sebagai salah satu mata kuliah,” tambahnya.
Seminar ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 4-6 Mei 2018. Salah satu hal yang dibicarakan adalah mengenai Asosiasi PD PGMI yang berusaha agar lulusan PGMI nantinya bisa disandingkan dengan PGSD tingkat Nasional, Asean dan Internasional. (A.M)