Pasir Sakti, metrouniv.ac.id – Kamis, 5/9/2024, Kabiro AUAK IAIN Metro, Dr. Ahmad Supardi, MA., hadir di Aula Kecamatan Pasir Sakti Lampung Timur. Didampingi Kabag Administrasi dan Layanan Akademik dalam rangka penarikan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa IAIN Metro periode III, kegiatan tersebut diikuti oleh 11 kelompok mahasiswa yang tersebar di 8 desa.

Kegiatan penarikan ini menjadi penanda berakhirnya masa kuliah nyata di masyarakat kec. pasir Sakti yang telah berlangsung selama 40 hari.
Zarkasyi Kepala Desa Purworejo yang didaulat mewakili 8 desayang ada menyampaikan penghargaan atas kehadiran mahasiswa IAIN Metro. “tahun 2024 ini, kami menerima peserta KKN dari Universitas Lampung (Unila), tetapi IAIN Metro ini memiliki keistimewaan. mereka mandiri dalam hal transportasi, aktif dalam kegiatan keagamaan, bahkan kesopansantunan mereka layak mendapat nilai 100,” ujarnya memuji.

Camat Pasir Sakti, Raden Fatah, SE, juga memberikan penilaian positif terhadap komunikasi yang dibangun peserta KKN dengan aparat setempat. Ia menyebutkan bahwa peserta KKN telah memberikan dampak positif bagi warga dengan berbagai ilmu yang dibagikan. “Pasir Sakti adalah miniatur Indonesia dengan berbagai suku, ras, dan agama, namun tetap harmonis. Selama KKN, tidak ada hal negatif yang ditemukan. Kami berharap silaturahmi tetap terjalin,” tambah Camat Raden Fatah.

Sementara Dr. Ahmad Supardi, Kabiro AUAK IAIN Metro, mewakili institusinya, mengucapkan terima kasih kepada para kepala desa dan camat atas perhatian dan bimbingannya. Ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Rektor IAIN Metro yang sedang bertugas di luar negeri. Selanjutnya beliau menyampaikan berdasarkan laporan yang masuk, banyak program kegiatan telah dilaksanakan, dan mahasiswa memperoleh pengalaman berharga dengan menerapkan teori yang didapat di lapangan. menegaskan apa yang telah disampaikan kepala desa, Zarkasyi beliau menyampaikan, “Mahasiswa IAIN Metro memiliki kelebihan dalam beradaptasi. mereka mudah berbaur dengan masyarakat, seperti memakmurkan TPA dan majelis ta’lim dan cepat merespon sesuai kebutuhan lokal,” jelas Kabiro. Ia juga berharap kegiatan tidak berhenti di sini dan menyarankan agar di salah satu desa ini diprogramkan sebagai desa binaan.
Acara penarikan KKN yang juga dihadiri oleh tim LPPM dan dosen pembimbing lapangan ini menandai berakhirnya kegiatan KKN periode III dan diakhiri dengan harapan agar hubungan baik antara pihak kampus dan masyarakat terus berlanjut. (Lk)