Metro, metrouniv.ac.id — Keluarga besar Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung merasakan berduka yang mendalam atas wafatnya salah satu dosen terbaik, Hifni Septina Carolina, pada Senin siang, 28 Juli 2025, sekitar pukul 13.00 WIB di RSUD dr. H. A. Yani, Kota Metro.
Almarhumah yang lahir pada 7 September 1998 ini dikenal sebagai sosok dosen yang sangat dekat dengan mahasiswa, kolega, dan aktif dalam kegiatan masyarakat. Ia juga merupakan penggerak di bidang lingkungan serta ekonomi kreatif, dan dikenal luas sebagai pribadi yang ramah, murah senyum, dan penuh tanggung jawab.
Hifni Septina Carolina tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di UIN Jurai Siwo Lampung sejak tahun 2019, setelah sebelumnya mengabdi sebagai dosen tetap non-PNS. Komitmennya terhadap dunia pendidikan tak pernah surut. Hingga akhir hayatnya, almarhumah tengah menempuh studi doktoral sebagai bagian dari upaya pengembangan diri dan kontribusi akademiknya bagi UIN Jurai Siwo Lampung.
Suami almarhumah, Dharma Setiawan, yang juga merupakan dosen di UIN Jurai Siwo Lampung sekaligus penggerak ekonomi kreatif dan pendiri komunitas Payugi, sangat berduka atas kepergian istri tercinta. Rasa kehilangan juga disampaikan oleh rekan-rekan sejawat dan masyarakat sekitar yang mengenal sosok Hifni sebagai pribadi bersahaja, bersemangat, dan berdedikasi tinggi.
Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Dr. Ida Umami, menyampaikan belasungkawa secara langsung dan mengungkapkan kehilangan besar atas wafatnya almarhumah.
“UIN Jurai Siwo Lampung sangat kehilangan sosok Bu Hifni. Ia adalah dosen muda yang cekatan, ramah, penuh dedikasi, dan sangat peduli terhadap mahasiswa serta lingkungan sekitar. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Rektor dengan penuh haru.
“Semoga amal ibadah almarhumah diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Selamat jalan, Ibu Hifni — dedikasi dan kebaikanmu akan selalu dikenang,” tambanya.