Metro, metrouniv.ac.id – Semangat nasionalisme dan kebudayaan berpadu dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia yang diselenggarakan di halaman Rektorat UIN Jurai Siwo Lampung, Minggu (17/8). Seluruh civitas akademika – mulai dari pimpinan rektorat, dekanat, pascasarjana, lembaga, pusat, unit, dosen, tenaga kependidikan hingga mahasiswa – hadir dengan balutan pakaian bernuansa adat Lampung, mempertegas identitas lokal dalam bingkai kebangsaan.

Bertindak selaku pembina upacara, Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Dr. Ida Jusila, menyampaikan amanat penuh makna yang mengajak seluruh elemen kampus untuk merenungi kembali hakikat kemerdekaan serta memperkuat komitmen dalam mewujudkan kampus yang unggul secara akademik, spiritual, dan sosial.

“Peringatan kemerdekaan bukanlah seremoni tahunan semata. Ia adalah momen refleksi dan introspeksi bersama, untuk menilai sejauh mana kita telah mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata, sekaligus memperbaiki kekurangan yang ada demi perjuangan ke depan yang lebih bermakna,” ujar Prof. Ida.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya menciptakan iklim akademik yang sehat dan membangun spiritualitas mahasiswa sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai dalam program Kementerian Agama, yakni Kurikulum Cinta – cinta pada ilmu, cinta pada bangsa, dan cinta pada nilai-nilai agama.

“Tidak boleh lagi ada cerita tentang dosen yang justru mempersulit mahasiswa dalam perkuliahan. Tugas kita adalah membina, bukan membebani. Justeru yang perlu dibangun spiritualitas mahasiswa, agar lahir generasi yang kuat, cerdas, dan berkarakter,” tegasnya.

Menghadapi tantangan institusional seperti proses akreditasi AIPT, Prof. Ida menyerukan pentingnya kerja keras, semangat kolaboratif, serta kekompakan seluruh elemen kampus.
“Kita harus menyamakan frekuensi. Jika ada sedikit api, segera padamkan. Jangan menebar isu yang bisa memecah belah. Bangun kekompakan, selesaikan setiap persoalan dengan semangat kekeluargaan,” ajaknya.

Sebagai penutup, rektor mengajak seluruh peserta upacara untuk menjadikan peringatan kemerdekaan tahun ini sebagai momentum permohonan ampunan dan harapan akan keberkahan di tahun-tahun mendatang.

“di momen peringatan 17 Agustus 2025 ini mari kita panjatkan doa bersama – memohon ampunan atas kekhilafan dan keberkahan untuk langkah-langkah kita ke depan. Dirgahayu Republik Indonesia, merdeka!,” tutup Prof. Ida dengan semangat.

Upacara berlangsung khidmat dan penuh semangat, menjadi simbol sinergi antara nilai kebangsaan, kearifan lokal, dan komitmen akademik di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung. (Lk/Fsl/Ss)