Metro, metrouniv.ac.id – Pelaksanaan upacara tanggal 17 yang rutin dilaksanakan di IAIN Metro sesuai dengan Instruksi Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2021 tantang Penghormatan Bendera Merah Putih dan Do’a digelar di halaman kampus I IAIN Metro (Rabu-17/07/2024).
Upacara tersebut diikuti oleh seluruh ASN IAIN Metro dan dihadiri oleh Kepala Biro AUAK (Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan) Ahmad Supardi, para kabag dan kasubbag di lingkungan rektorat, serta para dekan dan wakil dekan.

Dekan Fakultas Syari’ah, Dri Santoso, bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, Dri Santoso menyampaikan pentingnya makna tahun baru hijriah sebagai momentum kebangkitan dalam perspektif Islam.
“Hijriah Nabi Muhammad SAW memberikan contoh untuk melakukan dakwah di tempat yang lebih kondusif. Ini juga harus kita lakukan, yaitu bagaimana mewujudkan lingkungan kerja yang kondusif sehingga dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik,” ujar Dri Santoso.
Pembina upacara juga menyoroti kolerasi budaya Jawa yang melaksanakan kegiatan bersih-bersih jiwa dan raga.

“Dalam istilah Jawa, tahun baru hijriah dilakukan kegiatan bersih-bersih dengan istilah suroan. Pada suroan dilakukan kegiatan bersih-bersih yang mengandung makna bahwa sebagai seorang hamba, untuk mendapatkan hasil yang baik harus didasari dengan hati, jiwa dan raga yang bersih. Sehingga dalam melakukan pekerjaan akan terjauh dari hal yang menyimpang dengan niat yang baik serta hati, jiwa, dan raga yang bersih,” lanjutnya.
Dri Santoso menegaskan bahwa momentum hijriah merupakan waktu yang tepat untuk membersihkan diri dan bangkit sebagai seorang muslim.
“Dengan kerja yang baik, momentum hijriah ini menjadi saat yang tepat untuk bersih diri dan kebangkitan,” tutupnya.

Upacara berlangsung dengan khidmat dan diakhiri dengan doa bersama untuk kelancaran dan keberkahan dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab di lingkungan IAIN Metro. (ss_humas)