Metro, metrouniv.ac.id — Langkah dalam mewujudkan pengabdian mahasiswa di masyarakat yang berkarakter dan sesuai untuk mengambangkan potensi lokal, UIN Jurai Siwo Lampung melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar kegiatan pembekalan bagi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode II Tahun 2025. Kegiatan yang mengususng tema “Penguatan Karakter Masyarakat Melalui Pengembangan Potensi Lokal Berbasis IMAN (Integritas, Moralitas, Akhlakul Karimah, dan Nasionalisme).” ini berlangsung pada Senin (14/07/2025) di gedung Ibnu Maskawaih lantai I.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Yudiyanto, yang hadir mewakili Rektor UIN Jurai Siwo Lampung. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran strategis DPL sebagai pembimbing mahasiswa yang tidak hanya fokus pada pelaksanaan program kerja, tetapi juga menjadi pengarah dalam menanamkan nilai-nilai karakter, integritas, dan kebangsaan.
“Penguatan karakter tidak bisa dilepaskan dari upaya menggali dan mengembangkan potensi lokal. Mahasiswa harus mampu membaca dinamika sosial dan budaya masyarakat, kemudian menerjemahkannya ke dalam program yang berdampak dan berakar pada nilai-nilai keimanan serta kebangsaan,” ujarnya.
Kegiatan pembekalan ini diisi dengan penyampaian sejumlah materi substantif yang diawali dengan paparan materi Arah Kebijakan dan Teknis Pelaksanaan KKN yang disampaikan oleh Ketua LPPM, Nurkholis. Pada kesmeatan tersbut, Ketua LPPM menekankan bahwa KKN merupakan bagian integral dari proses pembelajaran dan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Ia menjelaskan arah kebijakan pelaksanaan KKN, termasuk teknis pendampingan, prosedur monitoring, sistem penilaian, serta tata cara pelaporan kegiatan yang harus dipahami oleh para DPL.
“DPL adalah penghubung utama antara kampus dan mahasiswa di lapangan. Oleh karena itu, mereka harus memiliki pemahaman yang menyeluruh agar mampu membimbing secara aktif dan responsif terhadap dinamika sosial yang dihadapi mahasiswa,” jelasnya.
Materi berikutnya disampaikan oleh Ketua Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Basri yang menyampaikan materi tentang Pemetaan Lokasi dan Pemahaman Sosial. Ia memaparkan kondisi geografis dan karakteristik sosial budaya wilayah-wilayah KKN. Menurutnya, pemetaan lokasi tidak hanya mencakup aspek fisik, tetapi juga nilai-nilai sosial, keagamaan, dan budaya lokal yang menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat.
“Dengan pemahaman ini, DPL diharapkan dapat membimbing mahasiswa agar program yang dijalankan lebih adaptif dan relevan, serta memperkuat interaksi yang beretika dan berorientasi pada nilai kemanusiaan dan spiritualitas,” terangnya.
Kegiatan pembekalan yang diikuti oleh puluhan DPL dari seluruh fakultas yang ada di UIN Jusila ini, LPPM berkomitmen untuk memastikan bahwa pelaksanaan KKN tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga bermuatan nilai dan memberi kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Melalui pembekalan ini, sinergi antara kampus, DPL, mahasiswa, dan masyarakat diharapkan dapat membentuk ekosistem pengabdian yang membumi, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif jangka panjang bagi pembangunan karakter masyarakat dan penguatan potensi lokal.