YOGYAKARTA Metrouniv.ac.id Wakil Rektor 1 IAIN Metro menghadiri Konferensi Internasional yang dihelat oleh Asian Islamic Universities Association/ Asosiasi Perguruan Tinggi Islam Asia (AIUA).
Konferensi ini diselenggarakan pada 3-5 Juli di UIN Kalijaga Yogjakarta. Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, MA., Ph.D, selaku Presiden AIUA dalam sambutannya menyampaikan, “Kata khalifah harus didefinisikan sebagai upaya mengelola khilafiyah (perbedaan/keragaman).”
Yudian menambahkan, Perguruan Tinggi Islam di era perubahan dan disrupsi harus dapat menyesuaikan dan mengikuti perubahan tersebut. Sehingga PTI harus mampu menumbuhkan/membentuk kemampuan lulusan secara baik, yang memiliki jaringan lintas negara.
“Hal inilah yang menjadi platform AIUA untuk saling belajar dan saling membantu sesama anggota AIUA.” Demikian tegas Yudian.
Konferensi tersebut menghadirkan nara sumber Dr. Fidel Nemenzo (Vice Chancellor for Research and Development University of The Philippines at Diliman); Prof. Ir. Panut Mulyono M. Eng., D. Eng. (Rektor Universitas Gadjah Mada); dan dr. Rr. Titi Savitri Prihatiningsih MA. M. Med. Ed., Ph.D (member of Board for National Standards in Education, Expert on Higher Education Quality Assurance).
Seusai konferensi, agenda dilanjutkan dengan finalisasi beberapa dokumen, yakni: (1) Pedoman Joint Degree; (2) Pedoman Riset bersama; (3) Pedoman mitra bisnis; (4) Pedoman diseminasi ilmu pengetahuan; (5) Pedoman Joint Award; (6) Pedoman pertukaran mahasiswa; dan (7) Kerangka AIUA-Quality Assurance.
IAIN Metro masuk ke dalam komisi AIUA-Quality Assurance. Komisi ini telah memfinalisasi kerangka tersebut, sehingga akan dilakukan beberapa kegiatan, yakni (1) Sosialisasi; (2) Training of Assesor; (3) Pelaksanaan akreditasi PT anggota AIUA.
IAIN Metro sudah menjadi anggota AIUA tahun 2017 pada saat pertemuan di Surabaya. (SH/Nas)