Era New Normal telah dimulai. Beberapa instansi beraktivitas di tengah pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan guna tetap menjaga diri dari persebaran covid-19. Tak terkecuali FTIK IAIN Metro, hari ini fakultas tertua di IAIN Metro ini menggelar yudisium di era new normal untuk pertama kalinya.
Sejumlah 183 peserta yudisium yang berasal dari jurusan PAI (69) , PBA (26), PGMI (48), TBI (34) dan PIAUD (6) mengikuti agenda dengan khidmat, lengkap mengenakan masker, menjaga jarak dan dilakukan dengan sistem drive thru. Dihadiri oleh Rektor IAIN Metro, Enizar, Mukhtar Hadi (Warek II), Ida Umami (Warek III), Akla (Dekan FTIK), Kuryani (Ketua senat) dan hanya 35 orang termasuk peserta yudisium terbaik yang mengikuti agenda pembukaan.
Tercatat Lusiana (PGMI) sebagai peserta yudisium terbaik fakultas dengan IPK 3.9 predikat pujian. peserta tercepat, Agus Supriadi (PBA) dengan masa studi 3 tahun 8 bulan dan 3 hari, serta peserta termuda Nurhasanah (PAI) dengan usia 20 tahun 3 hari.
Lusiana mewakili peserta yudisium mengungkapkan rasa harunya karena telah sampai pada titik akhir perkuliahan. “Di luar sana tantangan menunggu, dunia luar memanggil kita berkontribusi untuk negeri” tuturnya. pada momentum ini, Ia juga mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Dosen dan Tenaga Kependidikan IAIN Metro, Para orangtua dan teman seperjuangannya.
dijelaskan pada laporan Panitia yang disampaikan Dekan FTIK, Dr. Akla, M.Pd, bahwa kegiatan yudisium dengan pola bertahap merupakan kali pertama. “Dari 8 fakultas, 5 jurusan yang mengikuti yudisium. 3 lainnya merupakan jurusan baru” ungkapnya.
menurut Akla, perjuangan peserta merupakan proses menuju pribadi yang kuat, sabar, tangguh sehingga menuju kesuksesan yang dinanti “paling penting menyelaraskan kemampuan intelektual, emosional, spiritual dan sosial” pungkasnya.
Rektor IAIN Metro dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas raihan peserta yudisium. Senada dengan Dekan FTIK, Enizar juga mengungkapkan bahwa perjuangan mahasiswa selama di kampus merupakan miniatur perjuangan mereka di dunia luar. Ia berharap lulusan IAIN Metro mampu bertahan, bersaing dan berkompetisi pasca lulus dari kampus.
Ia juga berpesan untuk tetap bermanfaat bagi lingkungan dan jangan melupakan jasa orangtua, guru, dosen dan orang-orang terdahulu yang telah berkontribusi bagi kesuksesan peserta, “terimakasih telah memilih IAIN Metro sebagai tempat menimba ilmu dan menerpa diri sehingga mampu menjadi manusia-manusia tangguh seperti saat ini” ujarnya. (Humas)