ALMA MATER

IMG-20250826-WA0075

Oleh

Mukhtar Hadi

 

Syahdan dahulu kala orang -orang Yunani di waktu-waktu tertentu yang senggang memiliki kebiasaan menitipkan putra-putri mereka kepada para cerdik pandai. Anak-anak diajak untuk mengunjungi orang-orang bijak untuk belajar ilmu pengetahuan, belajar tentang kehidupan. Maksud dan tujuannya agar anak-anak mereka itu belajar tentang kedewasaan dan kebijaksanaan supaya memiliki bekal dalam mengarungi kehidupan di masyarakat. Diantara anak-anak itu bahkan tinggal di rumah orang-orang bijak itu untuk sementara waktu.

Para cerdik pandai itu menjadi tempat belajar sekaligus menjadi ibu asuh bagi anak-anak yang dititipkan tersebut. Tempat-tempat penitipan anak untuk belajar itulah yang kemudian disebut dengan sebutan Alma Mater yang secara harfiah bermakna Ibu yang menyusui atau ibu tempat menyusu. Sejak saat itulah istilah Alma Mater digunakan secara luas untuk menyebut tempat atau lembaga pendidikan yang mengajarkan ilmu pengetahuan dan membentuk kedewasaan. Awalnya pada lembaga pendidikan tinggi, namun lama kelamaan juga digunakan untuk menyebut lembaga pendidikan pada semua tingkatan dari tingkat dasar hingga pendidikan tinggi.

Sekarang ini sudah umum, semua lembaga pendidikan tempat belajar dan menuntut ilmu pada semua tingkatan disebut Alma Mater. Mereka yang lulus dari suatu lembaga pendidikan dengan bangga akan menyebut tempat belajarnya atau sekolah tempat mereka belajar sebagai Alma Mater.

Para alumnus (jamak: alumni) sudah seharusnya merasa bangga dengan Alma Maternya sebab sebagian dari kehidupan serta kedewasaannya dibentuk oleh alma mater tempat ia belajar. Alma Mater adalah laksana ibu tempat menyusu. Alumnus memperoleh “susu” yang berupa ilmu pengetahuan, keterampilan dan pembentukan  karakter akhlak mulia. Sedikit atau banyak sebagian dari dirinya dipengaruhi dan dibentuk oleh alma maternya. Sedikit atau banyak kepribadian dan kedewasaan yang sekarang dimiliki maka dapat dipastikan ada andil dari Alma Mater tempat ia belajar.

Karena itulah, alumnus yang lupa atau tidak mengakui Alma Mater tempat ia belajar laksana anak yang “durhaka” karena ia melupakan ibu yang menyusuinya. Ia lupa bahwa dalam dirinya mengalir darah daging Ilmu pengetahuan yang didapatkan dari sekian waktu ketika belajar di Alma Mater.

Hubungan emosional antara alumnus dan Alma Mater ibarat badan dengan darah yang mengalir di dalam tubuh. Wajar jika kemudian hubungan ini selalu diingatkan. Jangan lupakan Alma Matermu. Kemanapun dan menjadi apapun jangan lupakan Alma Mater tempat sekolah dan belajarmu. Demikian selalu diingatkan oleh pimpinan lembaga pendidikan ketika melepas alumninya dalam acara kelulusan. Hubungan emosional  ini juga yang dijadikan alasan untuk menggelar reuni bagi para alumni setelah sekian lama lulus studi. Mengenang masa-masa belajar dan sekaligus merasakan kembali kehadiran Alma Mater.

Selamat wisuda bagi seluruh alumnus Pascarjana dan Sarjana Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung yang untuk pertama kalinya menyandang status alumnus Universitas Islam Negeri (Selasa, 26/08/2025). Masuk dengan status sebagai mahasiswa IAIN dan lulus dengan status lulusan UIN. Lulusan yang istimewa karena tidak semua orang mengalaminya. Pesannya sama: Jangan lupakan Alma Matermu. (MH.27.08.25).

 

 

 

 

 

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.