IMG-20260811-WA0017

Oleh

Mukhtar Hadi*

 

Hujjatul Islam, Imam Al-Ghazali, dihadapan para murid dan sahabatnya mengatakan: “ Yang paling dekat dengan diri kita adalah kematian, yang paling jauh dari kita di dunia ini adalah Masa Lalu, yang paling besar adalah Hawa Nafsu, yang paling berat di dunia ini adalah Memegang Amanah, yang paling ringan adalah Meninggalkan Shalat, dan yang paling tajam adalah Lidah”.  Sebuah pesan yang sangat dalam untuk membimbing dan mengingatkan kita semua tentang makna hidup dan kehidupan. Tulisan sederhana ini tidak akan membahas satu persatu semuanya, tapi tentang satu pesan saja, bahwa yang paling berat dalam hidup ini adalah memegang amanah.

Al-Ghazali benar, bahwa memikul amanah itu berat. Dahulu di awal penciptaan manusia, Allah SWT telah menawarkan amanah kepada langit dan  bumi, juga kepada gunung-gunung, namun semuanya menolak karena khawatir tidak sanggup mengemban amanah itu. Namun anehnya, manusia bersedia dan menyanggupi untuk memikulnya. Al-Qur’an menggambarkan hal tersebut:

اِنَّا عَرَضْنَا الْاَمَانَةَ عَلَى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَالْجِبَالِ فَاَبَيْنَ اَنْ يَّحْمِلْنَهَا وَاَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْاِنْسَانُۗ اِنَّهٗ كَانَ ظَلُوْمًا جَهُوْلًاۙ

“Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh,” (QS. Al-Ahzab: 72).

Menurut Tafsir Al-Madinah Al-Munawarah, yang dimaksud amanah dalam ayat tersebut adalah beban, tanggungjawab, dan kewajiban dalam ibadah, muamalat, dan pemakmuran alam kepada seluruh makhluk. Dengan demikian, amanah yang harus dipikul manusia di muka bumi adalah kewajiban agama dan kewajiban memakmurkan jagat raya alam semesta.

Kewajiban agama bagi manusia adalah mengabdi, memohon pertolongan, menyembah dan hanya beribadah kepada Allah SWT (QS. Adz-Dzariyat: 56). Tidak diciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Karena itu jika ada manusia yang selama hidupnya tidak mau beribadah kepada Allah, menyekutukan-Nya, senantiasa berbuat dosa, maka manusia tersebut sesungguhnya telah berkhianat terhadap amanah yang diberikan. Pun demikian, jika ada manusia yang suka berbuat kerusakan di muka bumi dengan angkara murka, peperangan, penindasan, penghancuran alam, dan yang semisalnya, maka manusia tersebut juga telah lari dan berkhianat dari amanah yang diberikan kepadanya.

Mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab  dan menunaikan dengan sebaik-baiknya  adalah bagian dari kesempurnaan iman. Tidak sempurna iman seseorang kalau tidak menunaikan amanah yang diberikan kepadanya. Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad bin Hambal bersabda: “Tidak sempurna iman seseorang yang tidak amanah, dan tidak sempurna agama seseorang yang tidak menunaikan janji”. Begitulah amanah adalah bagian dari perintah agama.

Kata amanah sendiri terdiri dari tiga huruf dasar yaitu Alif – Mim – Nun. Tiga huruf ini juga yang membentuk kata iman, aman, dan thuma’ninah (ketentraman). Tentu ini ada hubungannya antara yang satu dengan yang lainnya. Setiap amanah harus ditunaikan dengan didasari iman. Dengan dasar itu setiap orang yang melaksanakan amanah berarti dia telah mengimplementasikan keimanannya sekaligus juga bermakna bahwa memikul amanah harus dilandasi iman sehingga amanah itu tidak keluar dari rel yang telah ditentukan. Jikalau amanah sudah ditunaikan dengan landasan iman, maka yang timbul berikutnya adalah rasa aman. Aman bagi dirinya maupun bagi orang lain. Rasa aman akan melahirkan kedamaian dan ketentraman (thuma’ninah).

Selain amanah yang diberikan Allah SWT kepada manusia sebagai khalifah di muka bumi ini yaitu berupa perintah agama, maka ada amanah-amanah lain yang merupakan turunan dari amanah besar itu. Diantaranya adalah amanah berupa harta dan anak keturunan, amanah jabatan atau kekuasaan, amanah sosial untuk saling membantu,  amanah menjaga dan melestarikan alam serta bentuk-bentuk amanah lainnya. Intinya setiap amanah yang dipercayakan kepada kita baik yang datang dari Allah SWT atau dari sesama manusia dalam hubungan sosial adalah kewajiban yang harus dipikul dan ditunaikan dengan sebaik-baiknya. Mengindahkan amanah atau menyalahgunakan amanah adalah bentuk pengkhianatan terhadap tanggungjawab yang sudah diberikan.

Sayangnya, tidak sedikit orang yang menyelisihi dan khianat terhadap amanah. Seseorang yang dipercaya untuk menjadi pemimpin, mengurusi urusan orang banyak, menjadi penegak hukum lalu dia bertindak sewenang-wenang, tidak jujur, memanipulasi, memperkaya diri dengan cara yang tidak hak atau korupsi, maka orang tersebut sedang berkhianat. Seseorang yang dianugerahi harta berlimpah, lalu kemudian menggunakan hartanya untuk berfoya-foya, menzalimi orang lain, menghalalkan segala cara, tidak peduli dengan kesukaran orang lain, maka ia termasuk juga para pengkhianat. Rasulullah SAW mengingatkan, jika  suatu masa semakin banyak orang yang tidak amanah, maka itu mengindikasikan semakin dekatnya hari kehancuran (kiamat).

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila amanah sudah hilang, maka tunggulah terjadinya kiamat. Seorang Arab Badui bertanya, ‘Bagaimana hilangnya amanah itu Ya Rasulullah’?, Nabi SAW menjawab: “Apabila suatu urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah hari kiamat (kehancurannya)” (HR. Bukhari).

Semakin banyak orang yang tidak amanah. Menyia-nyiakan amanah. Berkhianat terhadap amanah yang diberikan, maka kehancuran semakin dekat. Makna orang yang tidak ahli dalam hadits di atas, bukan saja berarti orang yang tidak kompeten tetapi juga orang yang tidak berintegritas. Jika orang yang tidak kompeten dan tidak berintegritas diberikan amanah kekuasaan atau kepemimpinan, maka kehancuran suatu institusi, masyarakat bahkan dunia ini hanya tinggal menunggu waktu. Wallahu a’lam bishawab.

*Guru Besar pada UIN Jurai Siwo Lampung

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.