metrouniv.ac.id – 15/06/2024 – 8 Dzulhijjah 1445 H
Dr. Mukhtar Hadi, M.Si. (Direktur Pascasarjana IAIN Metro)
Cerita perjalanan ibadah haji menjelang wukuf hingga melempar Jumroh, akan saya narasikan secara kronologis berdasarkan pada peristiwa-peristiwa penting atau yang memiliki nilai informatif. Tajuknya Armuzna, singkatan dari Arofah, Muzdalifah dan Mina. Semoga bermanfaat.
Jum’at, 08 Dzulhijjah 1445H/14 Juni 2024
03.30. Sebagian besar kami mulai mandi Sunnah di kamar hotel masing-masing untuk persiapan pelaksanaan haji dan wukuf di Arofah. Satu hari sebelum Wukuf, panitia haji secara bertahap mulai memobilisasi jamaah haji dari penginapan untuk dibawa ke Arofah.
04.20. Shalat subuh berjamaah di musholla Hotel Emaar Al – Taqwa, Syisyah Mekah. Jamaah agak berkurang, karena mungkin sebagian yang lain sudah berangkat ke Mina untuk mengambil Tarwiyah. Jamaah yang mengambil Tarwiyah sudah berangkat pada Kamis, tanggal 12 Juni 2024, satu hari lebih cepat dari hari Tarwiyah, 8 Dzulhijjah 1445 H.
05.00. Hampir semua jamaah sudah mulai bersiap dan berkemas menyiapkan perbekalan untuk ke Arofah. Pakaian ganti setidaknya dua stel, alat mandi, obat-obatan, makanan ringan dan minuman, dan pakaian ihram. Semua dimasukkan tas ransel atau jinjing.
Panitia haji telah menyampaikan sehari sebelumnya agar jamaah haji menyiapkan semua perbekalan yang dibutuhkan sebelum berangkat ke Armuzna. Semua jamaah harus sudah dalam posisi pakaian ihram baik laki-laki maupun perempuan. Karena kami masuk dalam trip pertama yang akan diberangkatkan ke Arofah, maka pukul 07.00 harus sudah siap. Tunggu aba-aba. Jangan turun dulu ke lobi hotel sampai bis siap dan ada perintah untuk turun ke lobi. Untuk menghindari penumpukan jamaah di ruang lobi hotel. Satu hotel ini ada kurang lebih 2500 jamaah, kalau turun bersamaan di lobi khawatir akan terjadi penumpukan. Tunggu saja di kamar masing-masing. Begitu kata panitia haji.
06.00. Semua sudah siap tinggal nunggu perintah untuk turun ke lobi. Jam 07.00 dijadwalkan berangkat, namun sampai hampir jam delapan bus juga belum siap. Ya, biasa molor waktunya dari yang direncanakan. Harus sabar menunggu di kamar sambil istirahat menyimpan tenaga. Jamaah kloter Jakarta yang juga direncanakan berangkat jam tujuh masih menunggu juga di lobi. Infonya malah baru datang jam sembilan atau sepuluh.
09.30 akhirnya kami mendapatkan giliran untuk diberangkatkan ke Arofah. Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, kami akhirnya sampai di arofah. Padang arofah sudah penuh dengan bangunan tenda untuk penempatan jamaah haji seluruh dunia. Di beberapa tempat proses pembangunan toilet sedang dikebut untuk diselesaikan. Penambahan toilet memang menjadi prioritas untuk kelengkapan sarana MCK bagi jamaah haji yang akan wukuf di Arofah.
11.00. Arofah. Maktab kami di nomor 21, dan kami ditempatkan di sebuah tenda besar untuk kapasitas dua ratusan orang. Ada kasur tipis dan bantal. Lebar kasur hanya 40 cm dan panjang 180 cm. Lima kasur untuk enam orang. Bisa dibayangkan sesaknya. Tidur berhimpit-himpitan. Untungnya dalam tenda udaranya cukup nyaman karena dilengkapi dengan AC portabel. Ada tiga titik blower pada setiap sudut tenda. Tapi nampaknya itu belum terlalu cukup untuk bernapas nyaman bagi 200 orang dalam tenda.
Begitu sampai, makan siang sudah tersedia dalam kotak dan lauk ayam bumbu kari dalam bungkus kemasan, dibikin expired lama supaya tidak mudah basi. Untuk itu dikemas dengan bahan pengawet. Satu buah jeruk menemani makan siang kami. Air minum cukup berlimpah karena di setiap deret kasur disediakan air minum kemasan botol dengan jumlah yang cukup. Alhamdulillah, labbaikallahumma labbaik.
12.20. Tiba masuk waktu shalat dhuhur. Meskipun hari Jum’at karena status jamaah haji sedang safar maka dilaksanakan shalat dhuhur berjamaah di dalam tenda. Shalat dhuhur dilakukan dengan cara qashar, diringkas menjadi dua rakaat.
Kapasitas AC betul-betul kurang memadai, sehingga jamaah yang berada dalam posisi jauh dari blower AC mengeluh kepanasan. Dinikmati saja, masih lebih baik dan nyaman dibanding dengan wukuf di masa lalu.
13.00. dimanfaatkan jamaah untuk mulai istirahat. Entah bisa tidur atau tidak, yang penting rebahan mengisi tenaga dan mengurangi kepenatan. Menghadapi hari esok untuk ibadah Wukuf. Rupanya susah juga istirahat dan tidur di tengah padatnya jamaah dalam tenda. Jadinya tidur-tidur ayam, antara tidur dan tidak. Badannya terlentang tapi pikirannya tidak bisa tidur. Sayup- sayup dokter mengingatkan untuk banyak minum air putih supaya tidak head stroke katanya. 250 ml air dalam setiap jam, minumnya sedikit-sedikit saja, tidak usah langsung banyak, supaya tidak gampang ke kamar kecil.
15.40. Waktu shalat ashar. Salah seorang jamaah diminta untuk menjadi muazin dengan pengeras suara kecil yang sering dipakai ketua regu untuk memberikan pengarahan kepada anggotanya. Suaranya kecil sayup dengam nada storing. Jadilah, sebagai seruan shalat. Shalat asar berjamaah di dalam tenda dengan di Qasar. Cukup dua rakaat saja.
16.20. Kami dapat pembagian satu paket makanan ringan, tapi bukan, lebih tepatnya paket kopi dan teh. Paket dimasukkan dalam goodie bag bertuliskan Syirkat Masyariq Mumtamizah likhidamatil hujaj. Paket berisi: gelas beling, kopi sachet kapal api, krimer, gula, teh celup, ada kecap dan saos botol juga. Dua yang terakhir ini agak aneh, untuk apa kecap dan sambal saos dicampur dengan paket kopi teh. Apapun terima saja. Terimakasih panitia haji. Tinggal berfikir dimana dapat air panas untuk membuat kopi atau teh. Oh rupanya, di luar tenda disediakan tremos air panas untuk membuatnya. Rupanya sebagian jamaah juga ada yang membawa water heater (pemanas air listrik), teko kata orang. Alhamdulillah.
18.00. Makan malam hari ini sudah dibagikan. Dalam kemasan makan tertera peringatan, makanan disarankan untuk disantap paling lambat pukul 22.00. Menu makan malam kali ini nasi putih dan sayur ikan tongkol berkuah. Menu yang istimewa karena dalam beberapa hari di Mekah menunya serba kering dan sekarang berkuah. Tanpa menunggu waktu lama, jamaah segera menyantap makan malam tersebut. Mumpung shalat Maghrib masih kurang lebih satu jam lagi. Di Makkah waktu Maghrib tiba pada pukul 19.05. Cuci mulut makan malam hari ini adalah sebutir apel dari New Zealand. Cukup untuk memenuhi asupan gizi, empat sehat tanpa lima sempurna karena tidak ada susu.
20.40. Shalat Isya berjamaah. Setelah itu kami pun istirahat, tidak sabar menunggu esok untuk ibadah wukuf di Arofah sebagai inti dari ibadah haji. (MH.14/06/24).