Bersiap Menjalani Penempaan Diri (6) Manusia Makhluk Paling Sempurna

bg dashboard HD

metrouniv.ac.id – 08/04/2022 _06 Ramadhan 1443 H

Dr. Siti Nurjanah, M.Ag. (Rektor IAIN Metro Lampung)

Selesai sudah perjuangan menempa puasa di hari kelima (5) dan kini kita masuk di hari keenam(6). Pasti berliku pengalaman kita masing-masing, saat mengikuti perjalanan di dalamnya. Sebagai contoh, saya pribadi hari kelima kemarin dipenuhi dengan berbagai aktifitas yang padat, mulai dari berupaya konsiten menulis, membuka acara pertemuan Bersama kolega, menjumpai tamu institusi, mendisposisi surat-surat yang banyak dan berbagai kegiatan lainnya, hingga tak terasa sore juga pulang kerja. Belum lagi sampai di rumah ternyata ada undangan zoom dari pusat yang harus diikuti hingga maghrib. Itu baru acara saya sendiri. Pastinya kita memiliki pengalaman yang berbeda antara satu dengan lainnya. Itulah gambaran perjalanan kehidupan kita yang sempat kita ingat, padahal bisa jadi masih banyak kegiatan lain yang tidak sempat tersimpan dalam memory kita.

Begitulah batas kemampuan manusia yang  teramat kecil. Maha Kuasa dan Maha Tahu Allah SWT yang selalu mengitari kehidupan kita. Namun demikian kita harus terus bersyukur karena kita satu-satunya makhluk Allah yang diberi kelebihan daripada mahkluk lainnya, yakni akal yang dapat kita gunakan untuk memaknai kehidupan. Sebagaimana termaktub dalam firmanNya, QS al-Tin ayat 4 :

لَقَدۡ خَلَقۡنَا الۡاِنۡسَانَ فِىۡۤ اَحۡسَنِ تَقۡوِيۡمٍ

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”

Tafsir dari ayat di atas adalah, Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam nbentuk fisik yang sebaik-baiknya, jauh lebih sempurna daripada hewan. Kami juga bekali mereka dengan akal dan sifat-sifat yang unggul. Dengan kelebihan-kelebihan itulah Kami amanati manusia sebagai khalifah di bumi. Setelah bersumpah dengan buah-buahan yang bermanfaat atau tempat-tempat yang mulia itu, Allah menegaskan bahwa Dia telah menciptakan manusia dengan kondisi fisik dan psikis yang baik. Dari segi fisik, manusia berdiri tegak sehingga bebas berfikir, sehingga dapat menghasilkan ilmu, dan tangannya bebas bergerak untuk merealisasikan ilmunya, dan kemudian menghasilkan teknologi. Bentuk manusia adalah yang paling indah dari semua makhlukNya. Manusia dapat berpikir dan memiliki perasaan yang sempurna, sehingga mampu menyeimbangkan hidup sebaik-baiknya. Manusia juga memiliki kelebihan dapat beragama yang mengatur kehidupannya. Penegasan Allah bahwa Dia telah menciptakan manusia dengan kondisi fisik  manusia itu perlu dipelihara dan ditumbuhkembangkan dengan cara memberikannya gizi yang cukup dan menjaga Kesehatannya. Lalu psikis manusia harus dipelihara dan ditumbuhkembangkan dengan memberinya agama dan Pendidikan yang baik. Bila fisik dan psikis manusia dipelihara dan ditumbuhkembangkan, maka manusia akan dapat memberikan kemanfaatan yang besar kepada alam ini. Begitulah cerminan manusia yang mulia ciptaan Allah SWT. (Tafsir Kemenag dalam quran.kemenag.go.id)

Tafsir Panjang yang diuraikan di atas, memberika pemahaman bahwa kita sebagai manusia menjadi pilihan Allah SWT untuk dijadikan makhluk yang paling sempurna yang dengan akal pikiran yang dapat digunakan untuk memaknai alam dengan seluas-luasnya, sehingga menghasilkan teknologi yang bermanfaat bagi sesama baik sesama manusia maupun makhluk lainnya. Karena makhluk lainnya juga justru disiapkan untuk manusia untuk di jaga dan dipelihara serta dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dengan fisik yang sempurna manusia harus dijaga agar tumbuh menjadi kuat sehingga kuat juga menghadapi kehidupan. Kemudian dengan psikis yang baik juga manusia mampu memaknai kehidupan dengan berlandaskan aturan yang ditetapkan. Maka antara fisik dan psikis  yang sehat dan kuat adalah satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan, sebagaimana kata Mutiara “al-‘aqlu al-salim fi al jismi al-salim” (di dalam pikiran yang sehat terdapat jiwa yang sehat). Keduanya mewarnai kehidupan secara seimbang, sehingga Ketika terjadi ketidakseimbangan antara keduanya maka yang timbul adalah berbagai penyakit yang mendera manusia. Fisik dibekali gizi dan Kesehatan yang cukup, sementara psikis dibekali dengan pemahaman agama yang kuat dan Pendidikan yang baik.

Manusia tidak hanya terdiri dari unsur jasadiyah, tetapi hal yang lebih pening lagi dari jasadiyah adalah keberadaan unsur daya potensi ketenagaan di dalm diri yang menggerakkan dan mengaktifkan jasadiyah. Ketenangan inilah yang harus menjadi pusat perhatian manusia, karena tida ada artinya bila hanya sepuhak jasadiyah yang diperhatikan, sementara beberapa unsur di dalam diri yang sifatnya ketenangan diabaikan saling berbenturan (Moenadi, 1978:4). Unsur-unsur itu merupakan penentu seimbang tidaknya pertumbuhan unsur daya-potensi ketenagaan di dalam diri manusia. Adapun yang dimaksud dengan unsur-unsur ketenagaan di dalam diri itu adalah; unsur ruh, unsur rasa dan unsur hati, unsur akal dan juga unsur nafsu (Moenadi, 1987: 16)

Konsep manusia sempurna yang ditulis Soejono Redjo dalam “Dongeng Kaca Benggala Ageng” menjelaskan bahwa manusia sempurna itu adalah manusia yang lupa akan diri (ora korup marang wujude kang mukmin) (Soejono, 1922: 15) tidak lain hanya merupakan sifat/watak, yakni bukan arah atau tempat, namun berdiri di tengah-tengah arah di sepanjang tempat. Kaca benggala yang dimaksud adalah ibarat sifat/watak manusia yang sudah sempurna, yakni manusia yang sudah tidak sombong (korup) pada diri sendiri, yakni tidak sekalipun mempunyai niat memamerkan diri, membandingkan diri, ujub, riya, takabur, dan sebagainya. Hal tersebut terpancar dari budi manusia, serta tidak bernafsu lawwamah. Maka hidupnya hanya mencari keselamatan sesama, dan membuat kesenangan hati semua.

Beberapa istilah dari pendapat-pendapat di atas, memberikan pemahaman kepada kita bahwa secara umum tertuang dalam fisik dan psikis manusia yang secara terperinci ada pada unsur ruh, unsur rasa, unsur hati, unsur akal dan unsur nafsu. Semua itu harus  berjalan seimbang sesuai dengan fungsinya masing masing dalam diri manusia. Keseimbangan kerja yang terjadi dapat membawa kebaikan dan hasil kerja atau kinerja yang baik pula yang dapat bermanfaat bagi manusia lainnya. Sehingga konsep “Khairu al-Nasi anfa’uhum li al-Nas” dapat terwujud dengan baik sebagaimana dikatakan Ibn al-Arabi tentang bagaimana proses yang dilalui oleh seseorang agat ia menjadi manusia sempurna, yaitu, “altakhalluq bi akhlaq Allah” (berakhlak dengan akhlak Allah). Atau  “al-takhalluq bi asma Allah” (berakhlak dengan nama-nama Allah) (Noer, 1995: 139).

Demikianlah konsep manusia sempurna ciptaan Allah SWT yang harus mampu diselenggarakan dengan sebaik-baiknya oleh manusia itu sendiri agar tujuan penciptaan atasnya betul betul bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Semoga dengan pelaksanaan puasa keenam (6) ini bisa menjadikan kita manusia yang lebih baik lagi dalam menjalankan perintahNya menjalan ibadah puasa Ramadhan ini dengan perangkat aturan yang ditetapkan. Juga dapat menjadi bekal kehidupan esok hari yang terus kita nantikan. Semoga Allah senantiasa memberikan kesempatan kepada kita untuk terus bisa menghambakan diri kepadaNya dengan ketaatan yang sempurna. Sehingga 10 hari pertama yang penuh rahmat dapat kita rasakan dalam diri kita dan juga dapat memberikan makna kepada orang lain di sekeliling kita.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, juga sebagai anugerah dan nikmat yang agung yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW, dan harus sellu kita syukuri setiap saat dimanapun kita berada. Atas kehendakNya juga kita masih terus diberi kesempatan menjumpai bulan agung ini. Tentu kita terus memohon dan berharap kepadaNya untuk terus dipertemukan dengannya dalm setiap tahun. Semoga Allah meridhoi dan mengijabah doa-doa kita. Wallahu a’lam bi al-shawwab. (STNJ, 8/4/2022)

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.