Cerita Islami tentang Amal Baik dan Pertolongan Allah

bg dashboard HD

Oleh:

Dedi Irwansyah 

Ini tentang sebuah kisah indah dalam tradisi Islam. Kisah tiga lelaki yang terjebak di dalam gua. Karena satu malamyang hujan dan berjelaga, telah memaksa ketiganya berlindung  di sebuah gua. Suddenly, sebuah batu besar menggelinding dan menutup mulut gua. Sontak, ketiganya berupaya memindahkan batu tersebut, namun gagal. Salah seorang berkalam, “Bagaimana jika kita berdoa kepada Allah seraya menyebut amal saleh yang pernah kita lakukan? Dua lelaki lainnya sepakat.

Lelaki pertama mendekat ke mulut gua, lalu berujar, “Ya Rahman, Engkau tahu, dahulu aku punya orang tua rentayang sangat aku takdzimi. Aku selalu memberikan mereka susu setiap malam, bahkan sebelum aku memberikan sisanya kepada keluargaku yang lain. Hingga suatu malam,aku pulang terlambat. Aku temukan keduanya telah tertidur. Aku memeras susu dan menunggu keduanya bangun untuk meminumnya. Aku terjaga sepanjang malam. Baru ketika fajar terbit, mereka bangun dan meminumnya. Pada masa menunggu, anak-anakku menangis kehausan di hadapanku. Namun, aku dahulukan baktiku pada orang tua. Ya Karim, jika aku melakukan itu semata-mata karena mengharapkan rida-Mu, maka bebaskanlah kami dari gua ini.” Tidak lama kemudian, batu itu bergeser sedikit. Namun, celahnya belum cukup lebar untuk mereka keluar.

Lalu lelaki kedua mendekati mulut gua dan bermunajat, “Ya Rahim, dahulu aku jatuh cinta kepada sepupu perempuanku. Aku mengajaknya berkencan, tetapi ia menolak. Aku kecewa karenanya. Hingga tiba masa ia sangat memerlukan uang. Ia datang kepadaku. Aku memberinya uang dengan syarat ia mau memenuhi hasrat nafsuku. Ia setuju karena tidak punya pilihan lain. Namun ketika aku hampir menggaulinya, ia berkata, ‘Takutlah kepada Allah. Janganlah engkau menggauliku kecuali dengan cara yang halal.’ Aku tersentak, lalu mengurungkan niat. Aku memintanya pergi dengan tetap memberikan uang yang dibutuhkannya. Ya Ghaffar, jika aku melakukan itu karena takut kepada-Mu, maka bebaskanlah kami dari jebakan gua ini.” Batu itu kembali bergeser sedikit, tetapi ketiganya masih belum bisa keluar.

Kemudian lelaki ketiga mendekati batu dan berbisik lirih, “Ya Rabb, aku pernah mempunyai seorang pekerja yang selalu kubayar tepat waktu. Suatu ketika ia pergi tanpa mengambil upahnya. Upah itu kemudian aku kelola hingga berkembang menjadi banyak harta. Beberapa tahun kemudian ia datang meminta haknya itu. Aku berkata kepadanya, ‘Lihatlah unta, sapi, kambing, dan para budak itu. Semuanya adalah milikmu. Ambillah. Semua itu berasal dari upahmu yang telah aku kelola.’ Ia pun mengambil semuanya tanpa menyisakan sedikit pun untukku. Ya Ghaniy, jika aku melakukan semua itu semata-mata karena mengharap rida-Mu, maka bebaskanlah kami dari gua ini.” Lalu batu besar itu bergeser sepenuhnya sehingga ketiganya dapat keluar dari gua dengan selamat.

Syahdan, sebuah kisah yang menarik. Kisah tentang batu yang jadi penghalang. Batu yang bisa saja perlambang dari kebuntuan, ketakutan, kesia-siaan, dan skeptimisme. Dari tiga lelaki itu, tersirat ragam pelajaran hidup (life lesson). Bahwa jalan keluar tidak lahir dari kekuatan tangan semata. Bahwa kekuatan tangan patut dilampiri dengan doa. Bahwa doa bekerja lebih kuat di atas amal saleh yang pernahdilakukan (tawasul). Bahwa kesalehan sosial berada pada level yang tinggi. Bahwa aspek sosial yang powerful adalah yang meningkatkan derajat ekonomi.

Dan ketika tangan gagal menyingkirkan batu, barangkali yang perlu dicari adalah keikhlasan yang pernah tertanampada saat membantu pihak lain.  Sebab, membantu adalah seni ilahiah (serving is a divine art). Sebab, sangat mungkin,  dari sanalah pertolongan Tuhan diam-diambermula. Wallahu a’lam.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.