ISTIQOMAH

bg dashboard HD

metrouniv.ac.id – 19/08/2024 – 14 Safar 1446 H

Dr. Mukhtar Hadi, M.Si. (Direktur Pascasarjana IAIN Metro)

Kata Istiqomah adalah kata yang sering dan sangat ringan diucapakan, terutama untuk menekankan kepada amaliah yang senantiasa dilakukan secara terus menerus. Terkadang menjadi kata yang mengiringi doa kepada seseorang supaya tetap berada dalam kebenaran atau kebaikan. Ketika ada seorang yang baru masuk Islam (mualaf), maka banyak orang yang mendoakan supaya ia tetap istiqomah dalam keislamannya.  Pada saat orang baru saja memulai lembar kehidupan baru yang lebih baik dari kehidupan sebelumnya, maka doanya juga hampir sama yaitu semoga istiqomah dalam lembaran baru yang penuh kebaikan.

Kata Istiqomah berasal dari Istiqooma – Yastaqimu – Istiqoomatan, yang artinya tegak lurus, tetap, sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen. Dalam makna yang luas, istiqomah berarti bersikap teguh untuk melakukan suatu kebaikan, membela dan mempertahankan keimanan dan keislaman meskipun harus menghadapi segala cobaan. Seseorang yang telah menyatakan keimanannya, kemudian ia teguh dengan keimanannya itu dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya berarti dia adalah orang yang Istiqomah. Seseorang yang telah mengikat janji, akan begini dan begitu, lalu ia konsisten dan konsekuen dengan janjinya itu, tidak mau mengingkarinya sedikitpun, berarti orang itu istiqomah. Seorang pejabat yang telah diambil sumpahnya untuk mengabdi demi bangsa dan negara, tidak akan korupsi atau menyalahgunakan jabatannya, dan ia konsisten dengan sumpahnya itu, maka berarti ia adalah orang yang istiqomah.

Begitulah istiqomah, menunjukkan dan menggambarkan terhadap sifat dan perilaku seseorang yang tegak lurus tidak berubah dalam kebaikan secara terus menerus, komitmen terhadap janji dan sumpahnya serta memilih konsekuen terhadap segala hal yang diyakininya benar. Tidak goyah bagaikan batu karang dalam kebaikan meskipun banyak sekali godaan yang menghampirinya.

Istiqomah adalah anjuran Nabi. Suatu saat seorang sahabat yang bernama Sufyan ibn ‘Abdillah bertanya kepada Nabi tentang suatu amalan yang merupakan intisari dari ajaran Islam yang dia tidak perlu lagi bertanya kepada siapa pun, maka Rasulullah menjawab “Katakanlah: saya beriman kepada Allah, kemudian istiqomahlah” (HR. Muslim). Beriman kepada Allah dengan penuh istiqomah artinya memiliki komitmen yang kuat dalam keimanannya itu dengan menjalankan semua yang diperintahkan dan meninggalkan segala hal yang dilarang-Nya. Hatinya teguh tidak tergoyahkan dengan keimanannya, walaupun banyak sekali godaan yang datang dari segala penjuru silih berganti.

Musuh orang istiqomah adalah syetan yang terkutuk. Syetan tidak menyukai orang-orang yang teguh pendirian dan tetap komitmen dalam keimanannya. Oleh karena itu, ia berusaha dengan berbagai cara agar manusia tergelincir dari sikap istiqomahnya sehingga mau menuruti apa yang menjadi kemauan syetan. Usaha syetan untuk menggelincirkan manusia itu dilakukan dengan berbagai jalan. Jika dari depan tidak bisa, maka syetan akan menggodanya dari belakang, dan jika tidak bisa maka akan digodanya dari arah kanan, dan jika masih tidak bisa akan digodanya dari arah kiri. Gambaran tentang tekat dan daya upaya syetan menggoda manusia ini sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT dalam surat al-A’raf ayat 17:

 

ثُمَّ لَاٰتِيَنَّهُمْ مِّنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ اَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَاۤىِٕلِهِمْۗ وَلَا تَجِدُ اَكْثَرَهُمْ شٰكِرِيْنَ

 

Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (QS. al-A’raf: 17).

 

Sumpah syetan yang akan menggoda manusia dengan berbagai cara sebagaimana ayat di atas, sesungguhnya kelanjutan dari ayat sebelumnya, yaitu ketika iblis menyatakan kedurhakaannya kepada Allah, Lalu “Iblis mengatakan (menjawab): Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari Jalan-Mu yang lurus (QS. al-A’raf: 16).

Dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa maksud syetan menggoda dari arah depan adalah ia berusaha menjadikan manusia ragu akan kehidupan akhirat. Ditanamkan pada hati manusia bahwa beriman kepada Allah itu hanyalah ilusi, Tuhan itu tidak ada, akhirat itu tidak benar. Manusia hidup dengan sendiri sebagai suatu yang natural dengan kehendak bebasnya tanpa ada campur tangan Tuhan. Dengan itu, maka ditanamkan keraguan dalam diri manusia akan agama dan syariatnya. Dari sikap agnotisme (yang meragukan agama), maka syetan berharap manusia sampai tidak percaya Tuhan dan tidak percaya agama (Atheisme).

Maksud menggoda dari arah belakang, artinya syetan berusaha menggelincirkan manusia dengan godaan duniawi. Ditanamkan dalam diri manusia ketamakan dan kerakusan akan duniawi. Kehidupan duniawi yang  berisi harta, tahta dan wanita dijadikan sebagai senjata dan amunisi oleh syetan untuk menggoda manusia. Sebagian manusia kemudian ada yang hari-harinya dihabiskan untuk menumpuk duniawi. Bekerja dengan berbagai cara, tanpa mengindahkan halal atau haram, untuk mengumpulkan harta. Kerena kesibukannya dengan urusan duniawi itu, maka kemudian manusia melupakan Tuhannya dan akhirat. Karena harta itu pula, maka manusia kemudian berebut tahta kekuasaan, pangkat dan jabatan dengan tanpa etika. Menindas sana sini, menjilat ke atas dan ke bawah, yang penting kekuasaan diperolehnya.

Jikalau godaan dari depan dan belakang tidak mampu menggoyahkan keteguhan iman manusia, maka syetan menempuh cara yang lebih halus, yaitu menggoda manusia dari arah kanan. Yang dimaksud menggoda dari arah kanan yaitu melalu kebaikan-kebaikan. Ditanamkan dalam diri manusia supaya enggan melakukan kebaikan-kebaikan. Melakukan kebaikan itu merepotkan dan tidak menguntungkan. Untuk apa berbuat baik kalau diri sendiri menderita, toh orang lain juga tidak memikirkan kita. Semua keraguan akan kebaikan itu dibisikkan dalam telinga manusia. Kalau manusia masih berbuat baik, maka ditanamkan rasa pamer (ria) terhadap kebaikan yang dilakukan, sehingga orang melakukan kebaikan hanya karena ada pamrih. Hilang rasa ikhlas terhadap kebaikan yang dilakukan. Pada akhirnya muncullah rasa bangga dan sombong karena telah banyak melakukan kebaikan-kebaikan.

Sementara kalau godaan dengan kebaikan tidak mempan juga maka syetan menggoda manusia dari arah kiri, yaitu dengan dosa dan  kemaksiatan-kemaksiatan. Ditampakkanlah oleh syetan bahwa kemaksiatan itu menyenangkan dan nampak indah di mata dan di rasa. Dibisikkan dalam hati manusia bahwa kemaksiatan itu sekali waktu harus dicoba agar manusia tahu seperti apa kenikmatan duniawi itu. Syetan terus menyeru dan mengajak mereka untuk mengerjakannya. Sekali manusia mencoba syetan berharap manusia akan ketagihan akan kemaksiatan-kemaksiatan itu, hingga lupa akan kebaikan-kebaikan dan lupa dari menyembah Tuhannya.

Begitulah upaya syetan menggoda manusia agar tidak istiqomah dalam keimanan dan kebaikan-kebaikan. Memiliki sikap yang istiqomah itu sungguh berat karena godaannya datang dari berbagai sisi dan penjuru. Namun ada dua arah yang syetan tidak mampu menggoda manusia, yaitu dari arah atas dan dari arah bawah.

Yang dimaksud dari arah atas adalah ketika manusia masih mau menengadahkan tangan ke atas,  berharap rahmat dan ridha Allah SWT dengan penuh keikhlasan. Rasa ikhlas dan semata-mata mengharapkan ridha Allah dari semua kebaikan yang dilakukan akan membentengi manusia dari godaan syetan. Iblis akan menyerah memalingkan manusia jika manusia bersikap istiqomah dan diikuti dengan rasa ikhlas. Sementara yang dimaksud dari arah bawah adalah jika manusia masih mau bersujud dan menghambakan diri kepada Allah. Ketika dahi manusia masih menempel ke tanah dengan kerendahanhati sebagai bentuk penghambaan diri kepada Allah, maka iblis akan menyerah dari menggoda manusia.

Betapa berat menjadi manusia istiqomah karena godaannya yang begitu banyak. Namun demikian, tetap saja ada perisai dan senjata yang akan membantu melawannya. (mh.19.08.24).

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.