Pembudayaan Masyarakat?

bg dashboard HD

metrouniv.ac.id – 08/04/2023 _ 17 Ramadhan 1444 H

Dharma Setyawan, M.A. (Wakil Dekan 3 FEBI IAIN Metro)

Pendidikan sebagai proses pembudayaan menurut Ki Hajar Dewantara adalah upaya menanamkan serta memelihara nilai-nilai luhur kepada generasi baru untuk menuju ke arah keluhuran hidup kemanusiaan. Di tengah gerakan pemberdayaan masyarakat, proses pembudayaan membutuhkan konsistensi dan ritme yang terus diulang. Pertemuan rutin, kerja-kerja rutin dan penciptaan ruang kreatif untuk melahirkan ide-ide baru.

Kita hidup di masyarakat yang jelas heterogen. Tidak bisa semua diatur sedemikian rupa, melihat semakin kompleksnya tantangan zaman. Anak-anak muda asyik bermain game di handphone, sopan santun yang tergerus dan lingkungan sekitar yang acapkali acuh dan angkuh. Ki Hajar meyakini proses pembudayaan adalah jalan terbaik pendidikan. Budaya untuk disiplin, tekun, militan, sabar, melakoni proses dan segala daya upaya pembiasaan.

Enkulturasi atau pembudayaan adalah proses mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran dan sikap individu dengan sistem norma, adat, dan peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaannya. Proses ini berlangsung sejak kecil, mulai dari lingkungan kecil (keluarga) ke lingkungan yang lebih besar (masyarakat).

Pembudayaan yang paling melekat dimulai dari keluarga. Peserta didik yang disiplin tidak lahir dari ruang kelas, tapi dari keluarga yang disiplin. Ketekunan juga diwariskan pembudayaan di tengah keluarga, etos kerja orang tua juga mempengaruhi militansi peserta didik. Ditambah lingkungan masyarakat yang peduli pada proses pembudayaan kolektif melalui nilai-nilai agama dan adat istiadat. Sekolah dan Perguruan Tinggi punya tugas menelisik sejauh mana peserta didik mengalami proses pembudayaan di rumah dan lingkungan masyarakat. Apa yang diajarkan oleh kelas jangan sampai sesuatu yang membuat peserta didik tercerabut dari akar persoalan pembudayaan di keluarga dan masyarakat. Jika ini terjadi fenomena urbanisasi akan terus terjadi karena peserta didik tidak lagi familiar dengan masalah-masalah yang muncul di kampung halaman. Anak-anak muda terdidik tapi tidak terlatih sebagaimana kebudayaan lokal dimana dirinya lahir.

Kegagalan pendidikan terjadi karena yang dituju adalah skor, ijazah, sertifikat, gelar dan predikat-predikat hirarki yang menjauhkan kita dari substansi hasil pendidikan. Tujuan value, kejujuran, integritas, kreatif, inovasi, komitmen, tekun, kesabaran, dan nilai-nilai hidup dikesampingkan untuk meraih standar akreditasi yang semu dan administratif.

Hakikatnya gelar tidak menjawab tantangan zaman, skor tidak mewakili kemampuan inovasi, akreditasi tidak menjamin mutu. Pembudayaan dalam pendidikan adalah cara manusia mempelajari pengetahuan dengan malakoni proses. Bukan hanya ruang kelas tapi ruang bebas. Tidak hanya teori tapi juga aksi. Non schole, sed vitae discimus (Kita belajar bukan untuk sekolah melainkan untuk hidup). (penulis : DS, Posting : SS_Humas)

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.