Makkah, metrouniv.ac.id– Selain dikenal sebagai pintu terbesar di Masjidil Haram, Pintu 100 menyimpan daya tarik tersendiri bagi para jamaah haji. Di pintu ini, para pengunjung disuguhkan pemandangan istimewa berupa koleksi mushaf Al-Qur’an kuno yang ditulis sejak awal abad pertama Hijriah.

Beragam jenis tulisan dan gaya kaligrafi Al-Qur’an dipamerkan dengan rapi di sekitar pintu masuk, mencerminkan kekayaan sejarah penulisan kitab suci umat Islam. Keindahan dan keaslian tulisan tersebut tak hanya menjadi bukti sejarah panjang Islam, tetapi juga memberikan pengalaman spiritual mendalam bagi setiap jamaah yang melihatnya.

Salah satu jamaah haji asal Lampung, Jumakir, yang juga alumni 1991 UIN Jurai Siwo Lampung, saat itu masih IAIN Raden Intan Metro mengungkapkan kekagumannya setelah melihat langsung koleksi mushaf kuno tersebut.

“Ini merupakan anugerah bagi kami. Bisa menyaksikan langsung Al-Qur’an yang telah ditulis sejak abad pertama Hijriah adalah pengalaman yang luar biasa. Membayangkan betapa berharganya mushaf-mushaf ini menambah rasa syukur kami berada di tanah suci,” ungkapnya penuh haru.

Pameran mushaf kuno di Pintu 100 ini menjadi simbol kuatnya pelestarian warisan Islam di Masjidil Haram. Tak hanya sebagai tempat ibadah, masjid suci ini juga menjadi saksi perjalanan panjang penyebaran dan pelestarian Al-Qur’an sepanjang sejarah umat Muslim.