IMAN YANG MENAKJUBKAN

bg dashboard HD

metrouniv.ac.id – 09/03/2023 – 16 Sya’ban 1444 H

Dr. Mukhtar Hadi, M.Si. (Direktur Pascasarjana IAIN Metro)

 

Berbahagialah kita menjadi generasi muslim  setelah generasi Nabi SAW dan generasi sahabat. Semakin kesini sebuah generasi harus semakin bahagia dan berbangga, apalagi generasi-generasi yang akan datang. Mengapa demikian? Karena Rasulullah SAW dalam sabdanya menyatakan bahwa generasi Islam setelah Rasulullah dan para sahabat adalah generasi yang  imannya menakjubkan. Semakin jauh generasi itu dari masa Nabi, jika beriman maka semakin menakjubkanlah imannya.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu, Rasulullah SAW bersabda: “Apakah kalian tahu orang paling menakjubkan imannya?” Para sahabat menjawab: “Iman para Malaikat Ya Rasulullah”, Rasulullah menyatakan: “Bukan!, bagaimana para Malaikat tidak beriman sedangkan mereka betul-betul makhluk yang memperhatikan dan melaksanakan perintah Allah”. Para sahabat menjawab lagi: “Kalau begitu imannya para Nabi Ya Rasulullah”, Rasulullah menjawab: “Bukan! Bagaimana para Nabi tidak beriman sedangkan Malaikat Jibril mendatangi mereka dari langit?” Para sahabat menjawab lagi: “Kalau begitu imannya para sahabatmu wahai Rasulullah”, Rasulullah bersabda: “Bukan!, Bagaimana para sahabat tidak beriman sedangkan mereka telah melihat berbagai mukjizat dariku dan aku juga memberitahu mereka wahyu yang diturunkan kepadaku?” Rasulullah melanjutkan sabdanya: “Orang-orang yang paling menakjubkan keimanannya adalah orang-orang yang terlahir setelahku, beriman kepadaku padahal mereka belum pernah melihatku, tetapi mereka membenarkanku. Alangkah inginnya aku berjumpa dengan saudara-saudaraku itu”.

Dalam redaksi (matan) lain Rasulullah bersabda: “Orang yang paling menakjubkan imannya adalah kaum yang mereka datang setelah kalian, lalu mereka menjumpai sebuah kitab yang berasal dari wahyu (Al-Qur’an) kemudian mereka mengimaninya dan mengikutinya. Mereka inilah orang yang paling menakjubkan imannya”.

Berdasarkan hadits Nabi sebagaimana tersebut di atas memberikan pemahaman kepada kita bahwa orang-orang yang datang dan lahir setelah Nabi dan generasi sahabat, jika mereka beriman dikatakan oleh Nabi sebagai orang-orang yang imannya menakjubkan. Iman yang makna harfiahnya berarti yakin dan percaya di definisikan oleh ahli ilmu aqaid dengan kepercayaan yang dibenarkan di dalam hati (tasdiqu bil-qalbi), diikrarkan dengan lisan (iqraru bil-lisan) dan dibuktikan dengan amal perbuatan (’amalu bil arkan). Tiga kesatuan dari iman ini jika dimiliki seseorang, maka orang itu disanjung Nabi sebagai orang yang menakjubkan.

Lazimnya orang yang mempercayai sesuatu atau seseorang selalu dimulai dengan tahu dan mengetahui yang dipercayai itu, minimal pernah melihatnya secara langsung. Maka sangat mengherankan jika ada orang yang meyakini dan mempercayai seseorang padahal ia belum pernah bertemu dengannya. Jangankan bertemu, jarak kehidupannnya dengan orang yang dipercayainya itu berjarak ribuan tahun, telah melewati puluhan bahkan ratusan generasi manusia. Namun orang itu tetap mempercayainya.

Dengan imannya itu orang-orang tersebut mencintai Nabi, mendoakan dan memohon safaatnya secara terus menerus tidak pernah berhenti. Mencintainya dengan sepenuh cinta dan menyebutnya setiap saat ketika shalat dan berdoa. Bagaimana mungkin seseorang mencintai orang lain tanpa pernah sekalipun melihatnya? Namun itulah yang terjadi dan ditunjukkan oleh orang-orang yang beriman.

Sebab itu Nabi menyebut orang-orang seperti ini adalah orang yang imannya menakjubkan, yaitu orang yang tidak pernah bertemu Nabi tapi mengimani segala ajaran yang dibawanya. Membela Nabi sebagaimana para sahabat membelanya. Mencintai Nabi sebagaimana orang-orang yang pernah bertemu dan bergaul dengannya mencintainya. Karena iman yang menakjubkan itu sampai-sampai Nabi mengatakan sangat ingin bertemu dengan orang-orang yang imannya seperti itu.

Sekali lagi, berbanggalah dan berbahagialah dengan sanjungan Nabi kepada kita semua generasi masa kini yang masih memiliki keimanan kepada Rasulullah. Namun demikian janganlah hanya berbangga saja, merasa mongkok disanjung Nabi. Karena iman yang sesungguhnya itu bukan hanya sekedar meyakini di dalam hati dan diucapkan dengan lisan, tetapi yang lebih penting lagi  pembuktian iman itu dalam bentuk amal perbuatan.

Coba kita bermuhasabah diri. Jika betul bahwa kita beriman kepada Nabi sebagai Rasul utusan Allah, sudah berapa banyak ajaran dari junjungan yang kita cintai itu telah diamalkan. Amal perbuatan baik  (amal shaleh) mana yang belum kita lakukan padahal itu nyata-nyata telah diperintahkan oleh Rasulullah SAW. Takjubnya Nabi dengan iman orang-orang setelahnya bukan sekedar takjub karena seseorang mengatakan ‘Saya telah beriman kepada Nabi”, akan tetapi mereka yang beriman kepada Nabi lalu kemudian membuktikan keimanannya itu dalam bentuk amal shaleh berdasarkan  ketentuan syariat dan sunah-sunahnya.

Konsekuensi lainnya dari beriman kepada Nabi sebagai Rasul dan utusan Allah adalah meyakini bahwa Allah SWT telah menurunkan wahyu kepada Nabi sebagai syariat yang langsung bersumber dari Zat Yang Maha Benar, yaitu Allah SWT. Wahyu tersebut dikodifikasi menjadi kitab suci Al-Qur’an yang kemudian dijadikan sumber utama syariat Islam. Dengan iman yang menuntut pembuktian nyata dalam bentuk amal perbuatan itu, maka masing-masing kita bisa bertanya tentang ajaran apa saja yang sudah diamalkan dari sumber utama syariat Islam tersebut.

Al-Qur’an mensyariatkan shalat, sudahkan kita shalat dengan benar. Memerintahkan zakat, berpuasa, menyantuni anak yatim dan fakir miskin, berjihad dengan sungguh-sungguh, berhijrah dari keburukan kepada kebaikan, tidak menyombongkan diri, seterusnya dan seterusnya. Sudahkan semua itu kita amalkan? Mungkin sebagian sudah dan sebagian lagi belum. Yang sudah semakin ditingkatkan dan yang belum segera dilakukan. Tetapi jika sama sekali belum, maka rasa takjub Rasulullah kepada iman kita bisa hilang berganti menjadi kekecewaan. Semoga kita terhindar dari itu semua. Allahumma Shalli ‘ala Muhammad. (mh.08.02.23, Posting dan cover ss_humas)

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.