socio
eco-techno
preneurship

MENYUSUN JUDUL ARTIKEL JURNAL

MENYUSUN JUDUL ARTIKEL JURNAL

12-MENULIS JUDUL ARTIKEL JURNAL-dedi 10062024 cover

metrouniv.ac.id – 10/06/2024 – 4 Dzulhijjah 1445 H

Prof. Dr. Dedi Irwansyah, M.Hum. (Wakil Dekan 3 FUAD/Guru Besar Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris di IAIN Metro)

Simplex very sigillum. Jika tidak sederhana, tidak solid. Karena yang solid itu biasanya sederhana. Kesederhanaan, dalam banyak hal, diyakini sebagai penanda kebenaran. Semangat yang sama mungkin berlaku untuk penulisan judul artikel jurnal. Judul artikel menjadi sederhana jika telah memuat tiga komponen utama (bagaimana, apa, di mana), dan jika telah disajikan dalam sesedikit mungkin kata. Judul yang terlalu kompleks dan panjang, bisa mengurangi tingkat keterbacaan (readability).

Contoh ‘kesederhanaan’ terbaca pada judul Exploring EFL literature approaches in Dutch secondary education. Sebuah artikel ilmiah yang diterbitkan pada jurnal sangat bergengsi, terindeks Scopus, bernama Language, Culture and Curriculum. Dari penerbit Taylor and Francis Ltd., dengan SJR 1,67. Judul tersebut ‘sederhana’ karena hanya terdiri dari delapan kata. Umumnya, jumlah kata dalam judul disarankan tidak lebih dari 16 kata. Judul itu juga sederhana karena memuat tiga komponen utama: objek formal (Exploring), objek material (EFL literature approaches), dan konteks (in Dutch secondary education). Tiga komponen tersebut tampak seperti ‘rukun’ untuk judul artikel jurnal karena menyajikan informasi tentang bagaimana, apa, dan di mana.

Syahdan, objek material ibarat pisang yang dapat diolah menjadi pisang bakar, kolak, atau pisang goreng. Objek material adalah sesuatu yang akan dikaji oleh peneliti. Objek material tampak sewarna dengan variabel penelitian, fenomena, topik penelitian, atau isu. Contohnya bisa beragam, menyesuaikan dengan disiplin keilmuan. Beberapa contoh objek material dalam bidang pembelajaran bahasa: EFL literature approaches, online learning, metode belajar, dan motivasi. Pemilihan objek material yang tepat, bisa menjadi langkah awal yang efisien dalam penyusunan artikel jurnal.

Jika objek material adalah ibarat pisang,  objek formal adalah cara mengolah pisang: dibakar, direbus, atau digoreng. Objek formal menjadi sudut pandang atau pendekatan yang digunakan peneliti dalam mengkaji objek materialnya. Pada contoh Exploring EFL literature approaches in Dutch secondary education, objek formalnya tentu Exploring. Senada dengan exploring adalah, di antaranya, navigating, investigating, examining, developing, revisiting, redefining, kemampuan, peran, pengaruh, efektivitas, dan lain sebagainya. Pada saat objek material beberapa penelitian sama, seorang penulis perlu mencari objek formal yang  berbeda.

Gabungan antara objek formal dan objek material (Exploring EFL literature approaches), sebaiknya ditambah dengan konteks penelitian (in Dutch secondary education). Hindari penulisan konteks yang terlalu detail seperti ‘mahasiswa semester II Program Studi Tadris Bahasa Inggris IAIN Metro Tahun Akademik 2021/2022’.  Sebaiknya, rujuk konteks yang lebih ‘luas’ namun tetap spesifik seperti ‘Perguruan Tinggi Keagamaan Islam’. Singkatnya, konteks penelitian boleh mengacu tempat dan/atau tingkat pendidikan (in Dutch secondary education, Madrasah Ibtidaiyah di Kota Metro) atau masa (pascapandemi, era digital). Pada kasus di mana objek formal dan objek material sama dengan penelitian terdahulu (prior research), aspek konteks dapat menjadi pembeda.

Akhirnya, judul yang sederhana mewartakan gagasan simplicity is the seal of truth, bahwa sesuatu yang baik, solid, dan benar itu mestinya sederhana saja. Judul yang sederhana perlu memuat objek formal (misal: menavigasi), objek material (misal: judul karya ilmiah), dan konteks  yang spesifik namun tidak terlalu detail (misal: di Program Studi Bahasa Inggris IAIN Metro). Mari menulis judul yang sederhana saja. Sambil ngopi dan menikmati pisang goreng. Make it simple!

Artikel Terkait

Cinta dan Pengorbanan

metrouniv.ac.id – 12/06/2024 – 5 Dzulhijjah 1445 H Dr. Ahmad Supardi Hasibuan, M.A. (Kepala Biro AUAK IAIN Metro) Kamu tidak

Haji dan Kepekaan Sosial

metrouniv.ac.id – 12/06/2024 – 5 Dzulhijjah 1445 H Dr. Ahmad Supardi Hasibuan, M.A. (Kepala Biro AUAK IAIN Metro) Pada saat

Sepakat Dalam Perbedaan

metrouniv.ac.id – 11/06/2024 – 4 Dzulhijjah 1445 H Dr. Mukhtar Hadi, M.Si. (Direktur Pascasarjana IAIN Metro) Berkumpulnya umat Islam dari

"Ayo Kuliah di IAIN Metro"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di IAIN Metro"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
"Ayo Kuliah di IAIN Metro"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.