UMAT ISLAM SEBAGAI KHOIRO UMMAH

WhatsApp Image 2025-05-23 at 15.20.27

Oleh

Mukhtar Hadi

 

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT. berfirman bahwa umat Islam adalah umat yang terbaik (khoiro ummah). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “terbaik” adalah bentuk superlatif dari kata “baik” yang berarti “paling baik” atau “tertinggi kualitasnya”. Kata terbaik juga bisa bermakna “unggul” yang berarti lebih tinggi (baik, cakap, pandai, kuat, dan sebagainya) daripada yang lain-lain. Kata “terbaik” sering digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang unggul, yaitu memiliki kualitas atau prestasi yang lebih tinggi dari yang lain. KBBI juga  menjelaskan bahwa “unggul” dapat berarti “menang”. Dengan demikian umat terbaik adalah umat (masyarakat) yang paling baik, paling berkualitas, unggul dan menjadi umat pemenang dibandingkan dengan umat-umat yang lainnya.

Penyebutan umat Islam sebagai umat terbaik itu termaktub dalam Al-Qur’an surat Ali Imron ayat 110:

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ

Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.” (QS. Ali Imron: 110).

Berdasarkan ayat di atas, suatu umat disebut sebagai khoiro ummah (umat terbaik), setidaknya ada tiga ciri. Pertama, umat itu selalu mengajak dan menyuruh kepada kebaikan (amar ma’ruf), kedua, mencegah manusia lain dari tindakan atau perilaku yang munkar (perbuatan dosa dan maksiat), dan yang ketiga, mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah SWT. Kelompok umat yang senantiasa mengajak kepada kebaikan (ma’ruf) bertujuan agar manusia itu mendapatkan kebahagian di dunia maupun di akhirat. Usaha untuk mencegah kepada kemunkaran bertujuan agar tercipat suatu masyarakat yang aman, tentram, saling menghargai dan menghormati. Sementara itu dimananapun kemunkaran adalah sumber permasalahan dan kerusakan sosial. Mencegah perilaku munkar adalah dalam rangka terciptanya keteraturan, ketertiban dan keamanan umat manusia. Adapun Landasan yang kokoh dan pondasi dasar untuk melaksanakan tugas amar ma’ruf nahi munkar agar berhasil adalah jika umat itu memiliki keimanan yang menghunjam kuat kepada Allah SWT.

Berkaca pada sejarah, kita dapat belajar kepada peradaban umat manusia yang pernah mengalami kemajuan dan keunggulan di muka bumi ini. Sejarah menyebut ada Peradaban Mesopotamia, Yunani Kuno, Romawi Kuno, Tiongkok Kuno, Mesir Kuno, dan Peradaban Islam di zaman keemasan, serta Peradaban Barat di abad modern.  Dengan segala kelebihan dan kekurangannya peradaban-peradaban itu pernah mengukir catatan sejarah sebagai peradaban yang terbaik dan unggul di dunia. Banyak artefak kebudayaan dan peninggalan peradaban tersebut yang sampai sekarang bisa kita lihat dan rasakan sebagai bukti kemajuan umat manusia di zamannya masing-masing.

Saat ini umat Islam belum menjadi umat terbaik (khoiro ummah). Karena hingga sekarang, ini diakui atau tidak, umat Islam masih menjadi umat yang tertinggal dalam berbagai aspek, baik aspek ilmu pengetahuan, teknologi, kebudayaan, maupun politik dan ekonomi.  Jika umat Islam ingin meraih kembali predikat sebagai umat terbaik, yaitu umat yang unggul, berkualitas dan menjadi pemenang, maka harus bisa menangkap elan vital dan aspek-aspek kemajuan yang pernah dimiliki oleh umat-umat terdahulu yang pernah maju.

Jika dipelajari, maka ada beberapa aspek yang membuat mengapa suatu bangsa bisa mencapai kemajuan, keunggulan dan peradaban yang tinggi. Aspek-aspek itu adalah, pertama, umat itu senantiasa beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Iman dan Takwa adalah pondasi utama kemajuan. Tanpa iman dan takwa kemajuan suatu bangsa akan kehilangan arah dan hanyalah  kemajuan yang keropos. Dalam Al-Qur’an diceritakan suatu negeri yang pernah maju yaitu negeri Saba dengan pemimpinnya bernama Ratu Bilqis. Negeri ini sangat kaya dan makmur, dan diberkati, namun kemudian mengalami kehancuran karena kurangnya rasa syukur.

Kedua, umat yang maju dan unggul adalah mereka yang memiliki budaya belajar yang kuat serta mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hampir semua bangsa yang maju bisa dipastikan bangsa itu adalah bangsa yang gandrung dan mencintai ilmu pengetahuan. Bangsa yang lemah tradisi belajarnya dan dengan sendirinya lemah dalam pengembangan ilmu pengetahuan hanya akan menjadi bangsa yang bodoh dan tertinggal. Tidak ada bangsa yang berkubang dalam kebodohan bisa mencapai kejayaaan dan keunggulan. Islam sangat mementingkan ilmu pengetahuan dengan mengangkat derajat orang yang berilmu lebih tinggi dibandingkan yang tidak berilmu. Wahyu pertama yang diturunkan oleh Allah adalah surat Al-Alaq 1-5, yang berisi perintah untuk membaca dan menulis. Rasulullah SAW dalam berbagai hadits sangat menekankan kewajiban dan  pentingnya menuntut ilmu.

Ketiga, bangsa yang maju adalah bangsa yang makmur dan sejahtera secara ekonomi. Bangsa yang gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi pada suatu bangsa, maka secara langsung akan berdampak kepada kemajuan ekonomi dan kesejahteraan. Kemajuan ekonomi suatu bangsa biasanya disebabkan oleh majunya ilmu pengetahuan. Kebiasaan berwirausaha, perdagangan, pelayanan di bidang jasa dalam berbagai aspek kehidupan adalah imbas langsung dari kemajuan dalam bidang ilmu dan teknologi. Kemajun teknologi dalam berbagai bidang seperti teknik, pertanian, energi dan pertambangan, perikanan dan bahari, arsitektur, dan lain sebagainya, akan memberikan dampak yang besar dalam bidang ekonomi suatu bangsa.

Keempat, bangsa yang maju adalah bangsa yang saling menghargai, menghormati, toleran terhadap perbedaan. Dengan sikap-sikap seperti itu, maka bangsa yang ungggul dan maju adalah mereka yang memiliki sikap keadaban yang tinggi dan luhur. Masyarakat yang beradab akan melahirkan masyarakat yang harmoni, pemerataan keadilan dan penegakan hukum, kedamaian, ketentraman, serta keamanan. Pendek kata bangsa yang maju adalah bangsa yang beradab, yakni yang taat ajaran agamanyaa dan hukum yang berlaku, ketertiban masyarakat, derajat kesehatan dan tingkat harapan hidup yang tinggi, kriminalitas yang rendah, serta senantiasa diliputi kebahagiaan dan ketentraman.

Sangat berat menyandang status sebagai umat terbaik jika tidak memiliki kesadaran yang kuat tentang arti dan makna esensialnya dari status tersebut. Umat Islam tidak cukup hanya bangga dengan sebutan sebagai umat yang terbaik tanpa diikuti dengan usaha yang sungguh-sungguh untuk mencapainya. Parameter-parameter umat terbaik sebagaimana di atas dapat dijadikan sebagai pedoman sekaligus refleksi (muhasabah) seberapa sungguh-sungguh umat Islam sudah berusaha untuk sampai kesana. (mh.23.05.25).

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.